Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Laporan Dari Tokyo

Mengenal LifeWear Uniqlo, Teknologi Tinggi di Balik Kesederhanaan Desain

Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 01 Des 2015 16:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Jakarta -

Sportwear, modestwear, womenswear atau menswear sebagai istilah di industri fashion mungkin telah akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun bagaimana dengan konsep LifeWear?

Konsep ini dikembangkan oleh retailer fashion asal Jepang, Uniqlo yang telah membangun kerajaan bisnis fashion sejak 1998. LifeWear adalah konsep yang timeless, ageless, dan versatile. Ini bukan tentang apa yang Anda pakai, namun individu di balik busana yang dipakai. Setidaknya demikian yang disampaikan oleh Aldo Liguori, Global PR Fast Retailing yang menaungi brand Uniqlo.

"Ini adalah brand untuk semua orang. Semua orang dari profesor universitas, musisi, ibu rumah tangga. Ini adalah tentang bagaimana Anda memadupadankannya," ujar Global PR Fast Retailing Aldo Liguori di Uniqlo Headquarter, Midtown, Tokyo, Jepang, Selasa (1/12/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Kasual dan nyaman menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan koleksi brand asal Jepang ini. Tidak masalah apakah Anda penyuka gaya sporty, konvensional atau pengikut fashion. Seperti moto Uniqlo, ini adalah soal pilihan dan selera.

Satu yang membuat brand ini bertahan adalah inovasi teknologi tinggi yang terus dilahirkan. Dianalisis oleh para ahli untuk memenuhi kebutuhan pemakainya. Salah satu contohnya adalah produk bernama HeatTech yang bisa menyimpan panas tubuh sehingga tak perlu lagi baju bertumpuk di musim dingin. Produk ini menjadi salah satu andalan dan terus dikembangkan sejak Uniqlo buka toko pertamanya di Tokyo 17 tahun lalu.

"Inovasi tidak terjadi dalam semalam. Butuh bertahun-tahun lamanya untuk terus berinovasi. Seperti HeatTech, kami telah mendesainnya hampir sepuluh tahun lalu, dan menjadi tantangan bagi kami untuk terus melakukan inovasi," ungkap Head Research and Design Uniqlo Yuki Katsuta kepada Wolipop di Belle Selle Shibuya, Tokyo, Jepang, Selasa (1/12/2015).

Inovasi berlanjut hingga koleksi Spring/Summer 2016 yang diperkirakan masuk di awal tahun mendatang. Beberapa di antaranya adalah teknologi dalam produk bernama Airism yang kini diciptakan untuk wanita dewasa, pria dan anak-anak. Material kaos dibuat lebih tipis di tahun ini dengan lubang-lubang sangat kecil yang memungkinkan kulit dapat bernafas dengan baik. Airism juga diinovasikan bagi pribadi aktif karena kemampuannya menyerap keringat dengan maksimal. Singkatnya, Anda bisa membayangkan Airism seperti bagin kulit kedua.

Bernaung dalam konsep busana basic, bukan berarti brand ini tak mengikuti fashion sama sekali. Sejak 2013, Uniqlo memberi sentuhan fashion dalam koleksinya tanpa mengurangi karakter brand itu sendiri lewat kolaborasi bersama desainer dan sosok berpengaruh di dunia fashion, seperti Ines de la Fresange, atau Christophe Lemaire yang merupakan mantan creative director Hermes.

Mengutip dari kata Aldo, "busana sederhana dengan tujuan dan proses yang tidak terlalu sederhana untuk membuat kehidupan lebih baik."

(asf/int)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads