Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Eksplorasi Kain Gedog dalam Koleksi Busana Muslimah Yogiswari Prajayanti

Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 25 Nov 2015 19:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Perkembangan pesat dalam industri modest wear memicu berjamurnya brand serta desainer hijab. Salah satu desainer yang ikut meluncurkan rangkaian busana muslimah adalah Yogiswari Prajayanti‎.

Yogiswari memiliki gaya rancang yang cukup unik, yaitu penggunaan wastra atau kain tradisional serta potongan asimetris dan pecah pola dalam koleksinya. Rancangan desainer APPMI (Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia) yang terhitung baru dalam industri fashion tersebut pun telah dinikmati warga Malaysia. Tepatnya dalam Mercedes Benz Stylo Asia Fashion Week yang berlangsung 7 November lampau.

Pamer karya di ajang cukup bergengsi, membuat desainer yang akrab disapa Yogi ini mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan brand busana asal Jepang. Belum pernah diperkenalkan di Indonesia, Yogi pun merilis koleksinya hari ini, Rabu (25/11/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertempat di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral, Jakarta Pusat, ia menampilkan 16 potong busana hijab bertajuk Gedoglicious. Sesuai dengan namanya, Yogi menampilkan wastra tenun gedog asal Tuban, Jawa Timur. Menurutnya, kain tradisional itu sulit ditemukan di Jakarta sehingga membuatnya penasaran untuk menjadikannya koleksi busana.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

"Saya awalnya pakai batik Cirebon, Garut, sogan, dan tenun songket. Koleksi ini saya pakai tenun gedog yang jarang didapatkan di Jakarta. Penasaran, saya order dari Tuban dan dipadukan dengan bahan-bahan lain. Kain ini mengalami proses pembatikan setelah penenunan," jelas desainer yang baru pertama kali mengeluarkan koleksi busana muslim itu saat konferensi pers.

Sedangkan ‎untuk garis rancang koleksi ini, Yogi menampilkan ciri khasnya. Yakni potongan asimetris, permainan pecah pola, serta perpaduan tekstur. Beberapa juga menggunakan detail printing dan payet yang menjadikan koleksinya tidak membosankan.

Wanita yang terjun ke dunia mode mulai 2010 itu pun banyak menampilkan gamis berpotongan A-line. Hampir semuanya ditampilkan dengan kombinasi pola. Beberapa terlihat menarik dengan potongan peplum. Selain itu, Yogi juga menawarkan atasan dengan potongan asimetris dan detail lapisan. Sejumlah celana pun terlihat unik dengan aksen sayap.

Koleksi busana ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 4 jutaan hingga Rp 10 jutaan. Selain merilis koleksinya yang pernah tampil di Malaysia, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan lini baru Yogi yakni Dominan. Lini yang akan diluncurkan bulan depan itu pun akan mengutamakan pewarnaan alam.

"‎Saat ini baru soft launcing. Dominan akan memakai teknik cap, celup, dan permainan warna. Potongannya akan berbeda (dengan Java Batik) karena saya akan memainkan proporsi dan komposisi warna supaya kesannya nggak monoton," ungkap Yogi. Untuk melihat koleksi Yogiswari selengkapnya, anda bisa klik disini

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads