Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Gaun Klasik dengan Gaya Kekinian Dalam Koleksi Terbaru Sebastian Gunawan

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 20 Nov 2015 07:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Kisah cinta segi empat dalam drama Shakespeare berjudul A Midsummer Night's Dream membangkitkan imajinasi Sebastian Gunawan. Desainer senior tersebut kemudian membayangkan hutan belantara sebagai latar belakang cerita. Ia pun terinspirasi untuk membuat koleksi busana bernuansa alam yang sarat akan detail dan potongan megah.

Pada Rabu (19/11/2015), pria ‎yang akrab disapa Seba tersebut pun memarmekan koleksi terbarunya. Bersama dengan sang istri, Christina Panarese, keduanya masih menonjolkan elagansi wanita dalam 80 busananya. Gaun megah ala Marie Antoinette nan glamor dikemas menjadi potongan terkini. Adapun permainan teknik lipat dan tumpuk yang merepresentasikan bunga, dedaunan, serta akar dalam hutan.

"Itu menceritakan ketika wanita jatuh cinta di tengah alam, tapi hutan yang cantik. Biasanya kita membayangkan wanita yang tinggal di hutan itu kumuh tapi ini tidak. Mereka mempresentasikan peri yang di-spell jadi cantik. Saya melihat sisi lain ketika membaca itu," kata Seba sesaat setelah fashion show di Ciputa Artprenuer Gallery, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

‎Terinspirasi dari hutan, Seba berusaha menghadirkan suasana alam dalam fashion show-nya. Bukan hanya dari segi tata panggung, namun juga alur peragaan busana. Di sekuen awal, Seba menampilkan indahnya pagi dengan dress-dress bernuansa putih dan kuning. Terusan dengan manik berkilauan dihadirkan dalam berbagai potongan, misalnya peplum, cape, serta berstruktur. Adapun aksen tumpukan ruffle dan lipit yang menambah femininitas.

Selanjutnya ‎gaun berwarna emas dengan detail ruffle serta lipat yang lebih rumit ditampilkan. Kali ini, sejumlah gaun dihadirkan dengan detail serupa serpihan kayu yang menunjukkan kebolehan Seba dalam segi teknik. Pria itu menggunakan kain dengan motif berserat yang dipotong secara lasercut kemudian dibelokkan.

"Bahan-bahan kita proses secara spesial, seperti goresan kayu sebenarnya dibuat dengan bahan motif berserat terus kita laser cut lalu kita putar. Dan peletakkan detail bebatuan kita ingin seperti percikan air atau embu-embun pagi yang di atas dedauanan,"‎ ungkap Seba.

Jika sebelumnya Seba banyak bermain dengan material tebal bertekstur, ‎selanjutnya ia banyak menggunakan material transparan bernuansa pink. Bahan chiffon, organdi, sutera, hingga taffeta banyak permainan tekuk yang mewakili bentuk dedaunan dan kelopak bunga yang mengembang.

Seba menutup peragaan dengan menampilkan nuansa malam. ‎Kali ini, bahkan hadir sebuah jumpsuit warna hitam dengan ikat pinggang manik berkilauan. Adapun opsi jumpsuit yang ditampilkan dengan aksen peplum. Sementara gaun hitam dengan material bercorak cukup banyak ditampilkan dengan siluet ball gown.

Koleksi busana ini dikerjakan Seba dan Christina selama tujuh bulan. Sebagian hasil dari penjualan tiket pun diserahkan kepada Yayasan Cinta Anak Bangsa. Malam itu, selain memamerkan koleksi busana teranyar, Seba juga mengumumkan kerjasamanya dengan Couturisimo yang akan menawarkan busana siap pakai. Untuk melihat koleksi Sebastian Gunawan selengkapnya, anda bisa klik disini

(ami/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads