Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Koleksi Kasual Sapto Djojokartiko dan Gaun Minimalis Ala Peggy Hartanto

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 29 Okt 2015 09:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abdoeh/Wolipop
Jakarta -

Tiga desainer muda dengan ciri berbeda mengisi satu panggung Jakarta Fashion Week, Rabu (28/10/2015) malam. Di mulai dengan look yang tampil kasual hingga kaya detail dalam couture mengisi runway oleh Todjo by Sapto Djojokartiko, Peggy Hartanto dan Albert Yanuar.

Todjo sebagai lini kedua milik Sapto menawarkan koleksi premium bergaya kasual. Palet warna busana yang didominasi biru, mengambil inspirasinya dari Pablo Picasso Periodo Azul--masa ketika sang maestro membuat lukisan monokromatik hanya dalam warna biru.

"Kenapa Todjo? Saya melihat ada peluang untuk market dailywear ini. Tapi saya membuat dailywear yang versatile, bisa untuk evening wear tapi dengan harga yang lebih affordable," ungkap Sapto sebelum menampilkan koleksinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesan kasual dari warna ini menyeimbangkan tampilan busana yang terinspirasi nuansa retro ala tahun '70-an. Dengan tekning fine cutting, Todjo melahirkan dress serta atasan berpotongan loose, juga celana flare yang dinamis dan versatile. Sebagai aksen untuk membuat koleksi tampak modern, disematkan detail eyelet atau teknik lipatan dan simpul yang juga menghadirkan kesan feminin.

Kesan berbeda dihadirkan oleh koleksi Peggy Hartanto dengan siluetnya yang feminin dan modern. Peggy keluar dari zona amannya dengan baju-baju berpanel transparan yang telah ia tampilkan sejak debut koleksi Spring/Summer 2013.

Garis feminin ditampilkan desainer Surabaya ini dengan potongan minimalis dan dalam warna solid yang modern. Misalnya saja lewat atasan dengan potongan leher V dan aksen peplum dari neoprene sehingga tampak struktural. Dress-dress berkerah halter neck juga ditampilkan setelahnya. Hampir seluruh busana tampil minimalis dan terkesan klasik di bagian depannya, namun ketika berbalik, Peggy memperlihatkan ciri khasnya lewat detail cantik seperti pita atau tali memanjang.

Panel transparan tidak benar-benar hilang dari karya Peggy. Desainer lulusan Raffles, Australia ini menghadirkan transparan sebagai aksen di bagian dada yang membuat koleksinya tampak seksi namun tak menghilangkan kesan elegannya lewat ornamen pita simpul atau potongannya yang minimalis.

Mulai dari busana kasual, cocktail dress, ada pula gaun-gaun kaya detail ditampilkan di panggung runway. Yaitu karya dari Albert Yanuar yang didominasi warna putih. Keunikan detail bordirnya kali ini terinspirasi dari sayap kupu-kupu yang juga menandakan koleksi musim semi 2016.

Di atas gaun bergaya klasik mulai dari strapless dress pendek dengan rok bervolume hingga gaun panjang mengikuti siluet tubuh, masing-masing diberi detail yang seksama oleh Albert. Ia mengangkat teknik digital print dan lukisan tangan. Namun detailnya diperkaya lagi dengan embroidery dan tatanan payet di atas gambar-gambar print tadi. Material yang diangkat terinspirasi dari halusnya sayap kupu-kupu, digambarkan lewat tulle, silk organdi, duchess juga lace.

"Kekuatan rancangan saya dari segi detail embroidery. Digital print dibordir lagi di atasnya, sehingga motifnya lebih keluar," tutur Albert. Untuk melihat koleksi selengkapnya, anda bisa klik Sapto Djojokartiko, Peggy Hartanto, Albert Yanuar

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads