Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

4 Cara Merawat Batik Agar Lebih Tahan Lama

Intan Kemala Sari - wolipop
Rabu, 30 Sep 2015 15:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh, Intan/Wolipop
Jakarta - Bagi para pecinta batik, merawat kain tradisional Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO ini adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Jika tidak, kain yang hadir dalam berbagai motif ini warnanya akan pudar dan mudah sobek. Lantas bagaimana caranya agar kain batik tidak cepat rusak? Indra Tjahjani selaku pakar batik dan penggagas komunitas Mbatik Yuk turut mengungkapkan langkah-langkahnya. Seperti apa?

1. Perhatikan Cara Menyimpan
Setelah batik selesai dicuci, ada baiknya perhatikan cara menyimpannya. "Kalau menyimpan batik sebaiknya jangan pakai kapur barus atau kamper. Karena itu yang membuat kain batik menjadi rapuh," ujarnya di acara Attack Batik Sekarang Juga di Cafe Retro, Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, (30/9/2015).

2. Biji Merica
Demi menjaga kualitas kain agar lebih tahan lama, wanita yang menjadi penggagas batik sejak 1998 ini menyarankan untuk menggunakan biji merica. Caranya, masukkan biji merica ke dalam kain atau kantung yang telah dilubangi, kemudian letakkan di dalam lemari tempat Anda menyimpan batik. Selain biji merica, bahan lain yang bisa digunakan adalah akar wangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3. Tidak Dilipat
Jika batik Anda disimpan dalam jangka waktu yang lama, usahakan agar tidak disimpan dalam keadaan dilipat. Hal tersebut dimaksudkan agar batik tidak cepat sobek.

"Biasanya batik juga digunakan untuk jarit atau bawahan kebaya, jadi ada beberapa orang zaman dulu yang menyimpannya dengan cara dilipit biar gampang dipakai. Tapi sebenarnya itu kurang bagus karena kalau terlalu lama disimpan dalam keadaan seperti dilipit akan mudah sobek," ujar wanita yang menggunakan kebaya dan jarit sebagai busana sehari-hari.

4. Angin-anginkan
Ketika batik disimpan di dalam lemari, suhu di dalamnya akan lembab dan bisa menimbulkan jamur atau bau yang kurang sedap. Untuk itu, sebaiknya lakukan perawatan berkala dengan cara mengeluarkan seluruh kain batik dari dalam lemari dan didiamkan di ruangan agar terkena angin.

"Kan lemari sering lembab, jadi minimal sebulan sekali kain batik dikeluarkan terus diangin-anginkan agar tidak bau. Yang bagus seperti itu, biar batiknya awet, tidak sobek, dan tidak dimakan rayap," tutup wanita yang menyelesaikan pendidikan doktor di bidang pelestarian warisan budaya di Canberra University Australia itu.

(itn/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads