Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

10 Desainer Paling Berpengaruh di Dunia, Termasuk Dian Pelangi

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 23 Sep 2015 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - "Highlight of MY YEAR! Surprised to see myself in the cover of @bof magazine together with Olivier Rousteing of Balmain, Gigi Hadid, G-Dragon, and even Kevin Systrom, co-founder of Instagram!!!!"

Begitu reaksi desainer Dian Pelangi di Instagram setelah mengetahui dirinya masuk dalam daftar 500 pelaku fashion paling berpengaruh di dunia versi majalah Business of Fashion. Wajar jika Dian menyebut penobatan tersebut sebagai 'highlight' dari kariernya sebagai desainer. Pasalnya, desainer jebolan ESMOD Jakarta itu menjadi satu-satunya orang Indonesia yang masuk serta bersanding dengan nama-nama besar di ranah fashion dunia. Bahkan wajah Dian hasil interpretasi kartunis juga terpampang di sampul majalah BoF. Berikut 10 desainer dunia yang bertengger bersama Dian di daftar tahunan bergengsi itu.

Alber Elbaz, Direktur Kreatif Lanvin

Alber memulai kariernya sebagai desainer profesionel pada 1997 dengan mendesain koleksi busana wanita untuk label Guy Laroche, sebelum akhirnya pindah ke Yves Saint Laurent pada 1998. Pria berdarah Israel ini baru bergabung dengan Lanvin pada 2001 sebagai artistic director. Kehadiran Alber di rumah mode berusia 125 tahun itu mendapat respon positif dari konsumen dan media hingga akhirnya mengantarkannya ke posisi direktur kreatif. BoF menyebut garis desain Alber yang feminin dan jenaka berhasil merevolusi Lanvin baik dari sisi desain dan bisnis. 

Christian Louboutin

Mendengar nama sosok yang satu ini, sudah tentu hal yang muncul di benak Anda adalah sepatu-sepatu sol merah yang tersohor itu. Wanita mana yang tidak kepincut oleh sepatu rancangan pria kelahiran Paris, Prancis, 51 tahun lalu itu? Tidak hanya sepatu wanita, Louboutin juga mengekspansi produknya ke sepatu pria.

Christopher Bailey, Direktur Kreatif Burberry

Meski usianya sudah lebih dari seabad, Burberry tetap eksis di industri fashion dunia. Kesuksesan tersebut tidak lepas dari arahan Christopher Bailey, sang direktur kreatif. Pria 46 tahun itu terus menghadirkan inovasi desain sehingga Burberry tetap relevan seiring perkembangan zaman. Pada desain trench coat misalnya. Ada saja kreasi unik dari Christopher untuk signature item Burberry itu setiap musimnya. Tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga teknologi sebagai media interaksi dengan konsumen. Belum lama ini, Burberry menjadi brand high end pertama yang memiliki akun fan page tersendiri di Apple Music.

Donatella Versace

Desainer yang satu ini dikenal dengan desainnya yang seksi dan provokatif. Tidak heran jika karyanya selalu menjadi pilihan para selebriti dunia yang ingin tampil memukau di karpet merah. Genap berusia 60 tahun Mei lalu, Donatella membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya.

Diane von Furstenberg

Nama Diane begitu fenomenal berkat wrap dress atau busana lilit yang diciptakannya pada era 70an tidak lama setelah ia memulai kariernya sebagai desainer.  Sudah 40 tahun mantan istri seorang pangeran Belgia itu berkarya. Tapi namanya tetap berkibar sebegai salah satu desainer yang paling disegani di dunia. Karya-karyanya sudah membaluti tubuh para wanita tersohor. Mulai Kate Middleton hingga Michelle Obama, dari Alicia Keys sampai Karlie Kloss.  Dengan kapasitasnya sebagai desainer senior, Diane juga aktif mencari talenta-talenta baru di dunia fashion melalui jabatannya sebagai Presiden Council of Fashion Designers of America (CFDA).

Domenico Dolce & Stefano Gabbana

Domenico Dolce & Stefano Gabbana adalah duo desainer Italia di balik kesuksesan label Dolce & Gabbana. Didirikan pada 1985, Dolce & Gabbana berhasil menempataktan dirinya sebagai salah satu brand ternama di dunia. Pada 2013, Bloomberg melaporkan nilai brand ini mencapai 5,3 miliar dolar AS.

Jeremy Scott, Direktur Kreatif Moschino

Sama seperti Dian Pelangi, Jeremy Scott adalah pendantang baru di daftar ini. Unik dan revolusioner, kedua kata ini cocok untuk menggambarkan karya desainer asal Amerika itu di Moschino. Jeremy kerap menggunakan logo-logo brand terkenal sebagai referensi  desain untuk rumah mode yang berbasis di Milan itu.

Karl Lagerfeld, Direktur Kreatif Chanel dan Fendi

Usianya yang telah mamasuki kepala delapan tidak menyurutkan semangat Karl untuk tetap berkarya. Tidak tanggung-tanggung, dua brand besar ia kepalai. Di bawah arahannya, Chanel dan Fendi terus mengibarkan benderanya sebagai brand mewah yang tiada bandingnya di dunia.

Olivier Rousteing, Direktur Kreatif Balmain

Klan Kardashian adalah penggemar berat desainer yang satu ini. Seperti Dian dan Jeremy, Olivier adalah pendatang baru di daftar BoF 500. Tapi dengan prestasinya yang telah menjayakan kembali rumah mode besutan Pierre Balmain pada 1946 itu, Olivier seharusnya sudah masuk dalam daftar ini sejak lama. Tidak hanya bermain di ranah luxurious brand, pria 30 tahun ini juga berekspansi ke produksi massal. November mendatang, Olivier akan meluncurkan koleksi kolaborasi Balmain dengan H&M.

Marc Jacobs

Marc Jacobs sudah menekuni dunia fashion sejak 1986 saat label pertamanya lahir. Tapi namanya baru mendunia setelah ditunjuk sebagai direktur kreatif Louis Vuitton pada 1997. Selama hampir 20 tahun berada di bawah arahan, label yang terkenal dengan logo monogram itu terus mempertahankan posisinya sebagai brand mewah yang tetap relevan dengan perubahan iklim fashion. Lepas dari Louis Vuitton pada 2014, Marc fokus membangun label besutannya sendiri.
(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads