Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Fashion Show di Amerika, Anniesa Hasibuan Angkat Kebudayaan Jawa Tengah

Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 30 Agu 2015 14:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Intan Kemalasari/Wolipop
Jakarta - Desainer muslimah pendatang baru Anniesa Hasibuan akan terbang ke Amerika pada bulan September mendatang dalam rangka memamerkan karyanya di acara New York Couture Fashion Week. Dengan mengusung tema Sasikirana yang berarti terang bulan dalam bahasa Sansekerta, desainer 28 tahun itu akan membawakan 15 busana yang didominasi oleh kain batik Prada yang berasal dari Jawa Tengah.

Batik Prada tersebut merupakan batik yang mendapatkan sentuhan unik berupa lapisan warna keemasan yang cocok dengan ciri khas rancangannya. Lantas apa yang membuat pemilik 'First Travel' itu ingin mengangkat kebudayaan Jawa Tengah?

Dikatakan oleh Anniesa, sebetulnya ia ingin sekali mengangkat seluruh budaya Indonesia pada koleksi yang akan dipamerkan di Amerika agar dunia internasional bisa mengenal Indonesia melalui hasil karyanya. "Tetapi sepertinya hal tersebut tidak mungkin karena kebudayaan Indonesia sangat beragam. Akhirnya saya pilih batik Prada karena sesuai dengan karakter rancangan saya yang kental dengan warna keemasan yang glamour," ujarnya saat berbincang dengan media di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pihak penyelenggara New York Couture Fashion Week juga membebaskannya untuk berkreasi tanpa membatasi kreatifitasnya. Maka dari itu, pilihan kaftan ala Timur Tengah yang dipadukan dengan budaya Jawa dimodifikasi dengan penambahan kristal Swarovski serta taburan payet menjadi salah satu andalannya yang akan ditampilkan.

Berbeda dari karyanya yang pernah ditampilkan di London pada Maret lalu yang didominasi warna hitam dan merah, desainer asli Sumatera Utara itu memilih palet warna yang lebih lembut seperti warna putih dan broken white yang diberi sentuhan keemasan. Namun ciri khas nya berupa crown atau mahkota yang berbentuk seperti topi masih tetap dipertahankan.

Selain kain batik Prada, Anniesa juga menggunakan kain beludru, sifon, serta bahan-bahan bercorak lainnya yang menjadikan koleksinya semakin megah dan elegan. Ia mengaku, ke-15 busana ini disiapkannya dalam waktu singkat, yakni hanya tiga bulan.

Saat ditanya apakah rancangannya akan dijual kepada pecinta fashion, Anniesa mengatakan ia belum berencana untuk menjual hasil karyanya. "Baju-baju saya sempat ditawar dengan harga tinggi, tapi saya masih suka memandangi hasil rancangan sendiri, jadi sepertinya saya tidak akan jual. Jadi busananya benar-benar sangat eksklusif," tutupnya.

(itn/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads