Desainer Hian Tjen Gelar Show Tunggal Perdana Terinspirasi Cerita Dongeng
Merintis karier sebagai perancang busana pada 2008, nama Hian Tjen semakin dikenal di industri mode Indonesia. Setelah tujuh tahun berkarier, tahun ini Hian memberanikan diri menggelar show tunggal perdana.
"Aku belum begitu percaya diri karena karierku di dunia fashion masih tergolong singkat, belum sampai 10 tahun. Karena banyak dukungan dari teman dan keluarga akhirnya show ini dapat terlaksana," ujar Hian sesaat sebelum fashion show di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).
Pagelaran busana tunggal yang bertajuk Chateau Fleur ini terinspirasi dari cerita dongeng asal Prancis. Dalam dongeng itu diceritakan dunia ini sudah lama 'dicampakkan' manusia sehingga tumbuhan liar bebas merajalela dan alam bebas menguasai manusia. Dari situlah muncul dua kepribadian baik dan jahat yang menjadi penyeimbang antara manusia dengan alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram
Balutan gaun panjang memeluk tubuh dengan nuansa merah dari material sutera kaya detail membuka pagelaran busana. Selanjutnya, gaun-gaun yang didominasi warna hitam memberikan kesan kuat, elegan, sekaligus misterius berkat aksentuasi payet, manik-manik, dan kristal di bagian bawah gaun. Kedua warna ini diibaratkan sebagai tokoh utama untuk menggambarkan sisi buruk sifat manusia.
Berlanjut ke sesi kedua, desainer lulusan ESMOD Jakarta itu menginterpretasikan rancangannya melalui palet warna pastel seperti krem, baby blue, hingga putih dan warna keemasan sebagai kepribadian yang baik dan menyenangkan. Di sini, Hian juga menuangkan kecintaannya pada materi bulu-bulu ke dalam busana bersiluet jubah, gaun-gaun panjang dengan detail rumit serta terusan pendek.
Hian menceritakan, tiap busana yang dirancanganya hampir 90 persen dikerjakan secara hand made. Dengan telaten, satu persatu manik-manik dan payet disusun membentuk garis-garis tegak di atas material berkualitas tinggi yang tidak mudah kusut seperti kain duchess, scuba, dan tulle berlipit yang didapatkannya langsung dari Italia dan Hongkong.
Dengan dibantu 50 orang timnya, proses pengerjaan mahakarya ini memakan waktu lebih dari tiga bulan. Sedangkan konsep busananya sendiri didapatkannya sejak dua tahun lalu. Tak heran, tiap potong koleksinya memacarkan kualitas tinggi dalam pengerjaan detail busana. Untuk foto Koleksi selengkapnya, klik disini
(itn/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta











































