Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Masuk MURI, Tina Andrean Habiskan 6.000 Roti untuk Buat Gaun

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 19 Agu 2015 07:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Pernah membayangkan menggunakan gaun yang seluruhnya terbuat dari roti? Tina Andrean yang dikenal sebagai desainer baju pengantin baru saja memamerkan karya terbarunya, berupa gaun terbuat dari tumpukan roti. Gaun tersebut diciptakan Tina sebagai bentuk perayaan BreadTalk Indonesia yang ke-12 tahun.

Sebagai CEO BreadTalk Indonesia, Tina ingin merayakan hari jadi label franchise asal Singapura itu dengan cara menggabungkan antara ide fashion dan ciri khas BreadTalk. Terbersitlah ide 'Fashion Bread' yang berupa pembuatan gaun megah dari tumpukan roti. Bekerjasama dengan rekannya yang merupakan seorang perangkai bunga, Inneke Elzabeth Turangan, Tina menciptakan 11 gaun terinspirasi dari busana couture dan karakter fiksi dalam film seperti Maleficent hingga Star Trek.

Menurut Tina, pembuatannya tidaklah mudah, butuh waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikannya. Tak jarang pula ia bersama tim dari BreadTalk Indonesia harus membuat ulang karena hancur ketika dijahit menggunakan lem dan kawat. Belum ditambah perawatan setelah selesai yang harus disimpan di ruang dingin agar jauh dari tikus juga tidak berjamur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tina tak hanya berhasil membuat 11 gaun dari roti tapi juga sepatu, tas hingga perhiasan wanita. Ia menghabiskan hingga lebih dari 6.000 roti untuk membuat koleksi gaun dan pelengkapnya.

"Saya melihat ini tantangan banget, saya menghabiskan lebih 6.000 roti, ini juga dibuatnya harus di patung karena rentan dan sangat detail tapi itulah tantangannya," ujar Tina saat diwawancara di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).

Butuh banyak tim untuk membuat gaun tersebut. Tina mengatakan satu gaun dikerjakan oleh tiga hingga empat orang dalam kurun waktu kurang lebih seminggu. Belum ditambah kegagalan di awal-awal pembuatan yang menjadi tantangan tersendiri bagi Tina dan tim untuk menyelesaikannya.

Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Adonan roti juga diformulaaikan khusus agar tetap terlihat segar seperti roti yang bisa dimakan. Koki dari BreadTalk, Joy, mengatakan bahan yang dipakai untuk membuat gaun memang 100 persen roti asli namun, sayangnya, tidak bisa dimakan. Roti tersebut sudah 'diawetkan' dengan teknik pembakaran hingga keras, baru kemudian dirakit menggunakan kawat. Perakitannya juga menggunakan bor khusus agar roti tidak hancur.

Gaun roti yang berjumlah 11 buah itu kini dipamerkan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta dan berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (MURI). Jaya Suprana selaku Ketua MURI menilai kalau pameran gaun roti ini menjadi yang pertama di Indonesia, bahkan menurutnya belum pernah ada di dunia.

"Ini adalah inovasi yang luar biasa sekali. Ini seharusnya masuk ke rekor dunia, seharusnya dunia berpaling ke sini. Ini menjadi pameran pertama di dunia berupa busana dan aksesori yang terbuat dari roti. Penghargaan ini dianugerahkan kepada BreadTalk Indonesia," jelas Jaya.

Setelah mendapatkan penghargaan tersebut, Tina berencana menggelar pameran gaun roti karyanya ke beberapa mal di Jakarta. Ia berharap ini bisa menginspirasi pelaku kreatif lainnya untuk menghasilkan karya yang unik dan berbeda.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads