Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Laporan dari Hong Kong

16 Desainer Buka Hong Kong Fashion Week, Ada Opera Kanton & The Nutcracker

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 07 Jul 2015 09:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Fashionally
Jakarta -

Setiap tahunnya, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) rutin menggelar Hong Kong Fashion Week yang menampilkan peragaan busana terbaru dari perancang lokal maupun internasional. Dalam acara yang telah 22 kali diadakan ini, Hong Kong Fashion Week mengusung konsep Tribal Safari untuk koleksi musim semi dan panas 2015.

Hari pertama Hong Kong Fashion Week, Senin (6/7/2015) menampilkan parade busana dari 16 perancang muda yang tergabung dalam Fashionally 4.0. Fashionally merupakan wadah bagi para perancang busana muda, berbakat dan menginspirasi dengan gaya rancangan orisinil serta berani tampil beda.

Unjuk koleksi di Hall 3C Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Wan Chai, Hong Kong, ada benang merah dari seluruh rancangan 16 desainer muda ini. Struktural, edgy, dan mengombinasikan unsur Timur serta Barat yang menjadikan karyanya terlihat unik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aries Sin misalnya, dikenal dengan rancangan unisex yang bisa dikenakan pria maupun wanita. Untuk koleksi terbarunya, penerima penghargaan Design for Asia Awards 2013 ini memadukan elemen Hong Kong yang modern dengan pertunjukan opera tradisional Kanton. Jangan dulu membayangkan busana yang kental nuansa etnik. Rancangannya justru terlihat sangat modern karena unsur Kanton dituangkan dalam sebuah ilustrasi kontemporer.

"Opera Kanton identik dengan naga, pegunungan, tapi saya mengubahnya jadi sebuah ilustrasi dalam bentuk garis. Banyak bentuk-bentuk garis di atas busana hitam yang simpel," jelas Aries, saat ditemui media dari Indonesia, jelang fashion show di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Wan Chai, Hong Kong.

Uniknya, rancangan Aries nyaris tanpa jahitan. Potongan busana dibuat konstruktif seperti sweater oversized, blouse dengan potongan membelah di bagian perut, cape serta terusan, blouse, rok dan celana bergaya futuristik dan siluet longgar. "Sangat simpel. Sangat kontemporer. Unisex. Menggambarkan sosok yang independen, kuat dan berani," ujar Aries ketika ditanya, seperti apa DNA rancangannya.

Desainer muda lainnya yang juga unjuk koleksi adalah duo Jessica Lau dan Walter Kong, yang mengusung brand Blind. Untuk show kali ini, keduanya mengangkat karakter dari negeri dongeng, boneka The Nutcracker. "Terinspirasi dari (boneka) Nutcracker yang mencoba menemukan kekasihnya impiannya," tutur Jessica.

'Dongeng' tersebut dituangkan dalam motif bergambar angsa hingga permen, di atas bahan jacquard, katun hingga poliester. Gaya busananya cenderung feminin dengan warna-warna lembut. Jessica dan Walter juga mengaplikasikan digital print dan laser cut sebagai aksen yang memperkaya rancangan busananya. Dalam menciptakan karya, keduanya selalu menggabungkan unsur Timur dan Barat. Misalnya motif oriental khas China dan teknik lipat origami Jepang, dengan potongan bergaya Eropa seperti A-line dan H-line.

"Kaya warna, kultural, misterius, Timur dan Barat, desain Eropa dicampur dengan unsur China. Mungkin itu yang menggambarkan desain kami," ungkap Jessica.

Hong Kong Fashion Week merupakan bagian dari ajang tahunan HKTDC. Setiap tahunnya, HKTDC konsisten menggelar pameran yang mempertemukan desainer lokal maupun internasional dengan para buyer. Pada 2015 ini, ada lebih dari 1.200 peserta yang ikut berpartisipasi, termasuk 28 brand dari Indonesia. Pameran ini akan berlangsung hingga Kamis (9/7/2015) mendatang.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads