Kemasan Modern Kain Indonesia di Tangan 3 Desainer Muda
Kekayaan wastra Indonesia bukan lagi sekadar helaian koleksi yang hanya dimiliki oleh kelompok umur atau adat tertentu. Di tangan para kreator muda lokal, kain yang awalnya identik dengan busana formal kini dapat dinikmati dalam berbagai acara, sampai yang kasual sekalipun.
Salah satu desainer muda yang mengubah pandangan itu adalah Amanda I. Lestari, desainer di balik brand Lekat. Keunikan yang ditawarkan sang desainer adalah membuat kain wastra, khususnya dari Baduy tampil lebih modern dan dapat dikenakan generasi muda.
Selama satu tahun melakukan eksplorasi hingga akhirnya mampu menjamah dua kampung di Baduy sebagai pengrajinnya, Amanda akhirnya dapat berkreasi dengan kain Baduy untuk berbagai item mulai dari baju, topi hingga sepatu. Ciri khasnya, adalah rumbai di sepanjang garis pinggir jahitan, yang ternyata didapatnya dari proses ketidaksengajaan atau kesalahan pengrajin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecintaan terhadap keindahan kain wastra juga menarik perhatian dari desainer brand PRibuMI dan Sejauh Mata Memandang untuk mengeksplorasi kain lokal. Dari brand PRibuMi, adalah desainer bernama Ella V. Brizaldy. Bersama labelnya, ia melansir produk fashion seperti tas tangan, sepatu dengan bahan-bahan bermotif khas Indonesia dan juga kulit sapi berkualitas.
Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Lebaran 2015
Koleksinya menggambarkan kepribadian sang desainer yang eksentrik. Misalnya koleksi tas memakai kulit berwarna merah dan juga magenta. Satu di antara karya yang ditampilkan juga hadir dengan detail fringe atau rumbai yang senada dengan koleksi sepatunya.
Kemudian ada Citra Subiakto, sebagai desainer dari brand Sejauh Mata Memandang. Kecintaan Citra pada kain wastra telah dimilikinya sejak kecil melihat dari sosok sang ibu yang juga mengoleksi kain. Pekerjaannya sebagai fashion stylist yang telah membawanya keliling wilayah di Indonesia juga mendasarinya.
"Saya senang sama kain dan mungkin untuk anak muda kain itu masih tradisi banget, jadi aku ingin berbagi kalau batik adalah proses tapi motif adalah kreatif. Dari kecil ibu saya selalu pakai kain dari situ saya jatuh cinta dengan kain Indonesia," ujar Citra di acara yang sama.
Atas kecintaannya, Citra mendirikan brand Sejauh Mata Memandang satu tahun lalu yang membuat motif batik lebih bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan. Motifnya pun jauh dari kesan tradisional karena ia yang mengkreasikan sendiri.
Seperti yang diungkap sang desainer "Apapun bisa menjadi inspirasi," Tak heran beberapa motif terlihat unik misalnya gambar ayam yang terinspirasi dari mangkok bergambar ayam dan bunga yang sudah familiar bagi masyarakat Indonesia. Warna yang dipilih juga membuat busana Sejauh terlihat kasual, yakni biru dan putih.
(als/eny)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal











































