Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Auguste Soesastro Buat Tenun Sambas Tampil Modern dalam Warna Monokrom

Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 05 Mei 2015 15:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Jakarta -

Tenun kini tak sekadar kain yang dipakai saat pesta atau upacara adat. Beberapa desainer pun mulai mengeksplorasi keindahan serta kerumitan kain khas Indonesia ini dalam bentuk busana siap pakai atau ready-to-wear yang tentu lebih nyaman dan versatile dikenakan di berbagai kesempatan.

Tak terkecuali adalah desainer muda berbakat, Auguste Soesastro. Desainer yang memulai kariernya di Paris itu, kali ini bekerjasama dengan para pengrajin tenun binaan Cita Tenun Indonesia (CTI) untuk mengeksplorasi keindahan tenunan ala Sambas.

Sang desainer pun meminta khusus tenunnya dalam warna monokrom, hitam, putih serta abu-abu. Meski ada pula satu dress dalam warna merah dengan benang emas. Melihat dari konsep rancangan Auguste yang minimalis, berpotongan simetris, tegas dan maskulin, namun juga memiliki sisi elegan tanpa banyak cutting rumit, warna-warna seperti ini rasanya sempurna sehingga tak menghilangkan keindahan kain tenun itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa busana yang ditawarkan Auguste kali ini adalah potongan bergaya maskulin. Misalnya saja kemeja putih, celana potongan lebar warna hitam dan juga outer berpotongan tegas yang dibuat dari tenun sambas hitam bermotif perak.

Adapun dress hitam panjang yang dipadu dengan coat berpotongan panjang di bawah pinggul. Warna lainnya seperti merah dan emas juga dihadirkan sebagai shift dress tanpa lengan, berpotongan lurus.

"Warna hitam, putih dan abu-abu itu diminta oleh Auguste kepada pengrajin di Sambas. Kalau tenun Sambas sendiri motifnya yang khas itu bunga, warnanya juga beragam, warnanya cerah biasanya," tutur Okke Rajasa Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI), saat ditemui di Restoran Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).

Pemakaian tenun bukan kali pertama dilakukan Auguste sebagai material utama koleksinya. Sebelumnya di tahun 2013, sang desainer pernah berkreasi dengan tenun dari Bali dan memilih warna-warna pastel seperti putih, biru dan ungu.

Penampilan dari koleksi Auguste adalah bagian dari acara CTI bersama restoran Kembang Goela, yaitu sebuah festival budaya bernama Tumpahan Sallok Sambas. Festival yang berarti 'Temu Kangen Sambas' itu akan berlangsung mulai hari ini, Selasa (5/5/2015) sampai dengan Minggu (31/5/2015). Di sana para pengunjung tak hanya dimanjakan dengan kain-kain Sambas, namun juga berbagai kuliner yang khas. Misalnya saja bubur pedas, tumis pakis, pacri nanas, dan masih banyak lagi.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads