Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Minangkabau Festival 2015

Ade Listiani Akan Tampilkan Busana dengan Teknik Pewarnaan Tanah Liat

wolipop
Kamis, 30 Apr 2015 16:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Facebook Ade Listiani
Jakarta -

Ade Listiani menjadi salah satu desainer yang unjuk koleksi terbarunya di Minangkabau Festival 2015. Pada Jumat (1/5/2015), desainer berdarah Minang ini akan menampilkan busana muslim dengan dua tema berbeda yang mengangkat eksotisme dan keindahan Sumatera Barat.

Tema pertama mengusung Painan, yaitu wilayah pesisir di Sumatera Barat yang identik dengan pantai. Ade mencoba merefleksikan keindahan pinggir pantai di malam hari lewat 10 rancangan terbarunya, yang didominasi warna hitam.

"Terang bulan di pantai dituangkan dalam teknik patchwork yaitu menempelkan kain perca di atas bahan dasar. Patchwork dibentuk bulat lalu disusun menjadi satu pakaian," ujar Ade, saat berbincang dengan Wolipop di Daima Hotel, Jl. Jendral Sudirman, Padang, Sumatera Barat, Kamis (30/5/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam hari di pinggir pantai juga dihiasi dengan bintang-bintang yang berkilauan di langit. Ade pun memunculkan keindahan itu dalam rancangan busananya. Untuk medeskripsikan gemerlap bintang, desainer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode ini menambahkan kristal Swarovski yang juga diperkaya dengan aksen draperi.

"Butiran kecil Swarovski melambangkan bintang dan keindahan Painan. Semuanya hadir dalam gaun muslim pesta yang didominasi hitam, karena temanya malam," tambah Ade.

Koleksi kedua, Ade akan mengangkat kota Padang yang eksotis dengan menampilkan Batik Tanah Liek. Ade menjelaskan bahwa pembuatan Batik Minangkabau ini cukup menarik, karena pewarnaannya benar-benar menggunakan tanah liat. Untuk koleksi ini, warna-warnanya lebih gelap dan mengarah ke warna alam.

Warna cokelat dari kain didapat melalui proses pencelupan warna menggunakan tanah liat. Sedangkan ungu, berasal dari kulit buah manggis. Berbeda dengan batik Pesisir yang cenderung berwarna terang, maka batik dari Padang ini lebih didominasi palet gelap dan natural.

"Seperti batik Jawa. Pembuatannya masih sangat tradisional. Ada yang memakai tanah liat, kulit manggis hingga gambir. Semua pewarnaan dilakukan secara handmade," tuturnya.

Koleksi batik Padang ini akan tampil dalam deretan gaun malam dengan potongan A-line. Akan ada 16 set busana yang dihadirkan besok malam.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads