Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Yang Bisa Dilakukan Desainer Muda Demi Wujudkan Fashion Ramah Lingkungan

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 23 Mar 2015 10:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta -

Bicara mengenai dunia fashion, tak hanya tentang menciptakan tren, memengaruhi pasar, memberdayakan pengrajin ataupun estetika semata. Nyatanya begitu banyak aspek yang dipengaruhi industri mode, termasuk di antaranya adalah lingkungan.

Konsep eco fashion pun mulai banyak diserukan di masa sekarang ini. Program ini dilakukan demi menyuarakan pentingnya industri fashion global untuk beroperasi secara bersih dan ramah lingkungan.

"Eco fashion banyak kriteria. Intinya bagaimana prosesnya memerhatikan dampak lingkungan dari mulai bahan baku, proses, hasil akhir," ujar Dian Widiawati, S.Sn, M.Sn dosen Program Studi Kria, Insititut Teknologi Bandung saat ditemui di Tree House, Bandung, Minggu (22/3/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data yang diungkap Greenpeace, beberapa retailer besar dunia pun sudah melakukan eco fashion dengan bergabung dalam kampanye Detox. Di antaranya adalah H&M, Zara, Uniqlo, Mango, Adidas bahkan desainer sekelas Valentino.

Banyak cara untuk mulai melakukan eco fashion, khususnya bagi para desainer lokal. Namun menurut Dian, para desainer perlu mengenal terlebih dulu tentang konsep eco fashion. Mereka perlu mengenal produknya dengan baik, seperti bahan yang dipakai dan langkah eco fashion apa yang bisa mereka terapkan.

Mempelajari budaya juga termasuk bagian dari eco fashion. Mengingat Indonesia memiliki kebudayaan dan kekayaan alam yang luar biasa banyaknya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengganti pewarnaan dengan bahan yang lebih alami.

Selain itu, para desainer pun bisa memilih material organik dibanding sintetis, yang mengandung banyak campuran logam kimia berbahaya. Langkah eco fashion berikutnya adalah mendaur ulang, atau menggunakan kembali bahan-bahan lama menjadi produk baru. Eco fashion juga bisa dilakukan dengan meminimalisir penggunaan energi.

"Lebih ekstrem lagi jika desainer mulai 'Vegan Fashion' sama sekali tidak mengganggu alam, tidak menggunakan kulit asli, sutra atau bulu," tambah dosen yang telah mengajar sejak 1998 itu.

(asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads