Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Di Balik Kostum Unik dan Riasan Tilda Swinton di 'Grand Budapest Hotel'

wolipop
Senin, 23 Feb 2015 19:18 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Grand Budapest Hotel
Jakarta - Dalam perhelatan akbar Academy Awards 2015, film 'Grand Budapest Hotel' memenangkan penghargaan sebagai film dengan desain kostum terbaik. Kostum pegawai hotel berhasil mengalahkan kostum detektif di film Inherent Vice hingga kostum penyihir dalam film Into the Woods.

Kemenangan film yang mengambil latar di sekitar hotel itu berkat kelihaian tangan Milena Canonero yang telah mendesain seluruh kostum untuk film tersebut. Milena yang sudah beberapa kali bekerjasama dengan sang sutradara, Wes Anderson, tampaknya sangat memahami apa yang diinginkan rekan kerjanya tersebut.

"Kamu seperti konduktor. Kamu seperti komposer. Dan kamu menginspirasi kita semua. Jika ini bukan karenamu, aku tidak akan bisa menerima ini," ujar wanita 69 tahun itu saat menerima penghargaan Oscar 2015, Minggu (22/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski berlatar tahun 30-an, namun Canoner tidak ingin menciptakan busana yang membosankan. Desainer asal Italia itu memilih kostum hotel dengan warna ungu. Dia juga menggandeng brand ternama seperti Fendi dan Prada. Pilihannya yang tidak konvensional itu akhirnya terbayar dengan membawa pulang piala Oscar.

Kemampuan Canonero dalam merancang kostum sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak tahun 1971 ia telah mendesain kostum untuk film. Empat tahun setelahnya, ia mendesain kostum indah untuk film Barry Lyndon. Film tersebut membawanya memenangkan Desain Kostum Terbaik di Oscar untuk pertamakalinya. Selama perjalanan karirnya, Canonero sudah menerima empat penghargaan Academy Awards. Ia juga dikenal sebagai perancang busana untuk kostum-kostum opera.

Selain menerima penghargaan sebagai Desain Kostum Terbaik, Grand Budapest Hotel juga meraih piala Tata Rias dan Rambut Terbaik di Academy Awards. Make-up artist dibalik tata rias film bernuansa klasik itu adalah Frances Hannon dan Mark Coulier. Mereka berhasil mengalahkan Bill Corso dan Dennis Liddiard di film Foxcatcher dan Elisabeth Yianni-Georgiou dan Davie White dalam 'Guardians of the Galaxy'.

Riasan yang dibuat oleh duo make-up artist itu memang mengesankan apalagi bagian Tilda Swinton. Aktris 54 tahun itu bertransformasi menjadi wanita tua berumur 83 tahun bernama Madame D. Meski sudah tua, Madame D digambarkan sebagai sosok wanita yang masih memperhatikan tampilannya.

Ia selalu menyanggul rambutnya menjadi tinggi dan bervolume serta menggunakan lipstik merah. Tilda pun menggunakan lensa kontak yang membuat bentuk matanya seperti katarak. Sang make-up artist, Frances Hannon mengatakan riasan Tilda tersebut terinspirasi dari ibunya sendiri.

Dalam film tersebut, Tilda menggunakan 11 kulit palsu yang terbuat dari bahan lateks untuk mewujudkan wanita tua yang penuh dengan keriput. Kulit palsu tersebut diletakkan di tangan, pipi, dahu, dahi, hidung dan kuping untuk membuat area telinganya tampak turun. Waktu merias yang berjam-jam itu rupanya tidak sia-sia karena kedua make-up artist berbakat tersebut untuk pertama kali menerima penghargaan Oscar.

(kik/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads