Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Curhat 3 Desainer Tentang Perbedaan Fashion Show di Indonesia dan Amerika

wolipop
Senin, 23 Feb 2015 18:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Barli Asmara
Jakarta - Dian Pelangi, Barli Asmara dan Zaskia Sungkar sukses memamerkan busana muslim menggunakan kain tradisional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di panggung fashion Amerika. Keberhasilan mereka tentu bukan tanpa usaha tapi dimulai dengan kerja keras dan dilakukan secara mandiri.

Pasca pamer karya di Couture Fashion Week (CFW), New York, tiga serangkai duta Wardah Cosmetics tersebut berbagi cerita mengenai pengalaman mereka. Kepada Wolipop, mereka mengatakan bahwa show di Amerika lebih menantang daripada di Indonesia. Apa alasannya?

Dian Pelangi mengatakan kalau audiens di Indonesia sudah cukup mengenalnya sebagai desainer sehingga ia merasa lebih percaya diri menampilkan rancangannya. Berbeda saat di Amerika yang semua penontonnya asing, membuat wanita 24 tahun itu merasa lebih gugup dan tertantang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum lagi pengaturan show yang jauh berbeda dengan di Indonesia. Jika tampil di fashion week Tanah Air, desainer biasanya datang di hari 'H' dan hanya melaksanakan show. Namun tidak demikian saat tampil di Amerika. Barli mengungkapkan kalau semuanya harus serba mandiri.

"Kalau di Indonesia ada briefing dulu sebelumnya, mau look runway-nya gimana. Kita datang hanya tinggal show, tapi kalau di Amerika semuanya serba mandiri, mereka nggak kasih tahu posenya gimana, kalau model keluar juga kita yang susun," ujar Barli saat berbincang dengan Wolipop di apartemen kawasan Manhattan, New York, Amerika, belum lama ini.

Tantangan lainya adalah masalah komunikasi. Dian dan Barli mengungkapkan bahwa komunikasi antara pihak penyelenggara dengan desainer lebih nyaman di Indonesia. Menambahkan pernyataan kedua rekan desainernya saat berkolaborasi di Amerika, Zaskia menuturkan kalau anggota tim yang sedikit juga menjadi kendala. Untuk melakukan persiapan butuh tenaga ekstra, waktu dan penyesuaian yang lebih banyak.

Di luar semua itu, ketiganya mengaku puas dengan penampilan mereka di CFW. Mereka juga mengatakan ada beberapa kelebihan show di Amerika yang membuat ketiganya merasa senang. Waktu fashion show tepat waktu dan peraturannya sangat tertib.

Tak hanya itu, ketiganya juga merasa bangga saat setelah show, sesi pemotretan dan interview dengan media dilakukan di atas karpet merah. Sesi tersebut direkam oleh banyak fotografer, wartawan dari berbagai negara serta stasiun televisi lokal.

"Di Jakarta tidak ada red carpet itu. Habis momen red carpet, dipanggil now from Indonesia, Barli Asmara, saat kita maju, modelnya tepuk tangan jadi seperti di red carpet gala, merasa bangga," tambah Barli.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads