Menang Kostum Nasional di Miss Universe 2014, Dynand Fariz Awalnya Ragu

- wolipop Selasa, 03 Feb 2015 07:49 WIB
Dok. M. Abduh/Wolipop Dok. M. Abduh/Wolipop

Jakarta -

Kontes kecantikan Miss Universe 2014 yang digelar pada 25 Januari lalu telah berakhir. Ajang tahunan ini juga turut dihadiri Indonesia dengan mengirimkan utusannya yaitu Elvira Devinamira yang merupakan Puteri Indonesia 2014.

Meski gagal memperoleh gelar ratu sejagad, wanita yang akrab disapa Vira ini berhasil memukau penonton dengan membawakan busana nasional Indonesia yang berbentuk seperti stupa-stupa kecil dengan bobot seberat 20 kg. Hal ini inilah yang mengantarnya sebagai pemenang kostum nasional terbaik dan berhasil mengalahkan 87 perserta lainnya.

Baca juga: Cerita Dynand Fariz, Desainer Kostum Borobudur yang Juara di Miss Universe

Kostum bertajuk The Chronicle of Borobudur tersebut dirancang oleh Dynand Fariz, seorang desainer yang sudah terbiasa membuat kostum untuk perayaan karnaval di Jember Fashion Carnaval. Pria 51 tahun itu mengaku hal ini adalah mimpi besarnya di dunia internasional yang ingin dipersembahkan untuk Tanah air.

Sebelumnya ia juga sukses merancang kostum nasional yang terinspirasi dari Lampung dan Borneo. Meski demikian, Dynand awalnya agak ragu apakah dirinya mampu merancang tiga kostum sekaligus.

"Waktu itu saya bertemu dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dan langsung minta dibuatkan tiga kostum untuk ajang kontes kecantikan. Saya nggak langsung jawab, minta waktu dulu untuk berdoa dan minta petunjuk. Akhirnya setelah hati yang mantap, saya iyakan permintaannya," papar Dynand saat berbincang dengan Wolipop di Graha Mustika Ratu, Jakarta selatan, Senin (2/2/2015).

Pria yang juga menjadi pengajar di ESMOD Jakarta ini masih terus ingin mengerjar cita-citanya untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia lewat kostum nasional Indonesia di tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, ini adalah salah satu bentuk perjuangan yang harus terus diperjuangkan.

Proses pembuatan kostum ini pun dimulai dari Maret 2014 lalu dan baru selesai di bulan Desember 2014. Memang memerlukan waktu yang lama karena dirinya juga harus mengerjakan kostum untuk Miss International dan Miss Supranational yang digelar di Jepang dan Polandia.

"Kostum ini dikerjakan oleh 10 orang beberapa kelompok yang mengerjakan. Mulai dari jahit bajunya, sulaman, tempel ornamen dan stupa-stupa di rangka besinya dan desain sepatunya. Alhamdulillah selesai dan jadi kostum yang menakjubkan," imbuhnya lagi.

Dengan prestasi yang diukir Vira, pria kelahiran 1963 ini berharap pemerintah Indonesia turut memberikan apresiasinya dengan membuka museum kostum karnaval Indonesia. "Museum ini hanya menyimpan kostum-kostum bersejarah yang berprestasi. Dan Elvira bisa menjadi salah satu saksi sejarah yang pernah berjuang mendapatkan penghargaan agar Indonesia dikenal luas di seluruh dunia," tutupnya.

Foto: Pemenang Best National Costume 5 Tahun Terakhir di Miss Universe

(int/aln)