Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kontra Anting Hijabers

Tanggapan Hijabers Muda Tentang Padu-padan Anting dan Jilbab

wolipop
Kamis, 18 Des 2014 17:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram Jenahara
Jakarta -

Banyak hijabers yang senang mengenakan aksesori di jilbabnya. Sebagian dari mereka pun memanfaatkan anting yang seharusnya menjadi aksesori telinga untuk dipasangkan di jilbab sebagai pengganti bros. Namun sebagian lainnya dengan sengaja memperlihatkan ujung telinganya untuk mengenakan anting demi memaksimalkan penampilan.

Hal tersebut kemudian menjadi kontradiksi. Beberapa desainer mengatakan kalau memakai anting dengan memperlihatkan ujung telinga tentu tidak disarankan karena tak sesuai dengan kaidah. Lalu bagaimana dengan penerapan anting sebagai aksesori jilbab tanpa harus memperlihatkan ujung telinga?

Sebagian dari para pelaku fashion tak setuju akan hal itu. Anting tersebut bisa membuat orang lain berimajinasi seolah-olah kelihatan telinganya. Desainer kondang yang selalu berpenampilan syar'i, Irna Mutiara, menyarankan agar tidak memakai sesuatu yang mencuri perhatian orang lain sehingga menimbulkan komentar karena mereka berimajinasi setelah melihat Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika beberapa desainer mengatakan tak setuju, bagaimana pendapat para hijabers muda yang masih senang mengeksplorasi gaya mereka? Ketika berbincang dengan Wolipop, desainer cantik, Jenahara Nasution, mengatakan kalau sebagai aksesori kerudung saja tidak masalah karena semua itu pilihan. Yang salah kaprah adalah ketika anting tersebut dipakai di telinga lalu memperlihatkannya ke publik.

"Susah sih ya kalau itu. Setiap orang punya pemahaman masing-masing tapi aku pribadi, i will not do it. Kuping itu salah satu bagian yang harus ditutupi, kalau mau pakai anting sebagai aksesori kerudung saja sih nggak masalah," tutur wanita dengan sapaan akrab Jehan itu kepada Wolipop beberapa waktu lalu di Senayan City, Jakarta Pusat.

Setuju dengan pernyataan putri Ida Royani tersebut, hijabers muda yang juga berprofesi sebagai desainer, Rani Hatta, mengatakan hal serupa. Anting bisa dimanfaatkan sebagai aksesori kerudung untuk mempercantik penampilan tapi tidak disarankan kelihatan telinganya.

Beberapa hijabers masih menerapkan anting di telinga saat mengaplikasikan gaya hijab turban. Itu yang tidak disarankan. Meskipun mengenakan ciput ninja agar leher tidak terekspos tapi ujung telinga tetap menjadi aurat yang seharusnya ditutupi.

Adapun pernyataan hijabers berdarah Padang yang dikenal sebagai perancang busana dengan ciri khas pastel, Ria Miranda. Ria mengatakan bahwa ia tidak pernah memamerkan anting ke publik baik dipakai dengan memperlihatkan setengah telinganya atau menjadikan anting sebagai aksesori kerudung. Wanita 29 tahun itu mengaku tidak percaya diri bila menambahkan anting di atas jilbabnya.

Meskipun demikian, ia mengatakan kalau penerapan anting sebagai aksesori jilbab wajar saja. Bila anting dipasangkan di telinga kemudian memperlihatkannya ke publik dikembalikan lagi ke diri sang pelaku karena setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda.

"Ya anting sebagai aksesori kerudung saja, kalau pakai turban terus kelihatan antingnya ya itu balik ke orang masing-masing mereka senangnya bagaimana," ujar Ria saat berbincang dengan Wolipop usai memamerkan rancangan terbarunya untuk Spring/Summer 2015 di Senayan City, Jakarta Pusat.

(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads