Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Intimate Interview

Monika Jufry, Desainer Sukses yang Pernah Jadi Langganan Ani Yudhoyono

wolipop
Selasa, 11 Nov 2014 16:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram Monika Jufry
Jakarta -

Monika Jufry merupakan salah satu desainer busana muslim sukses yang populer di Indonesia. Perjalanan kariernya dimulai dengan menjadi asisten desainer sang ibunda, Gusmy Jufri, sekaligus meneruskan bisnis fashion milik orangtua dengan nama Monika Collection di 1998 silam. Kemudian Monika belajar mengembangkan bisnis tersebut dengan masuk sekolah mode Susan Budihardjo selama sepuluh bulan dan terdaftar sebagai Anggota Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI) di awal 2000-an mengikuti jejak sang ibu.

Setelah menjadi anggota APPMI, Monika semakin dikenal menggantikan kiprah Gusmy sebagai perancang busana. Brand miliknya yang dilabeli dengan nama 'Sessa' juga populer di tahun 2000-an. Kepopuleran desainer 39 tahun itu membuat dirinya dipercaya untuk membuatkan busana untuk para pejabat seperti yang diakuinya ketika berbincang dengan Wolipop belum lama ini di workshop Sessa, kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Kita juga lumayan beberapa kali dapat pesanan dari ibu pejabat, kayak waktu itu pernah buatin baju buat Ibu Wagub (Wakil Gubernur) Jawa Timur," aku Monika dengan mata menerawang seolah sedang berpikir saat ditemui Wolipop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya para pejabat, Monika juga mengaku pernah menjadi salah satu desainer langganan mantan ibu negara, Ani Yudhoyono. Awalnya Monika tidak tahu kalau istri Susilo Bambang Yudhoyono itu merupakan salah satu pelanggan setianya, sampai akhirnya ibu tiga anak ini dipanggil ke istana untuk merancang busana khusus buat Ani ketika masih menjabat sebagai ibu presiden.

Kala itu, Monika diminta merancangkan busana khusus selama acara 'Safari Ramadan' di 2008 silam. Permintaan khusus tersebut diminta langsung oleh Ani karena ia menyukai desain busana dari koleksi Sessa yang cenderung simple dan modern.

"Alhamdulillah ya, padahal aku nggak kirim proposal atau apa pun ke istana tiba-tiba ada telepon dari istana. Awalnya aku bingung, eh ternyata aku dipanggil sama Ibu Ani datang ke istana bawa foto hasil karya dan contoh baju. Beberapa hari kemudian aku datang bertemu langsung sama beliau, aku pikir mungkin Ibu ingin kenal desainer busana muslim Indonesia. Datang ke sana beliau menyambut dengan ramah dan ternyata beliau pelanggan Sessa sebelum Pak SBY jadi presiden, dia bilang, saya ini pelanggan Sessa," cerita wanita lulusan Fakultas Ekonomi Trisakti itu.

Monika diminta merilis sekitar tujuh busana yang dikhususkan untuk Ani selama melakukan kegiatan 'Safari Ramadhan' ke berbagai kepulauan di Indonesia. Ia menuturkan bahwa wanita paruh baya yang hobi fotografi itu menyukai potongan busana yang sederhana dan klasik berupa gamis, setelan rok, tunik, celana panjang, hingga selendang. Merah marun seolah menjadi warna wajib yang harus ada untuk busana Ani selama Ramadan.

Demi kenyamanan Ani, Monika mengenakan material terbaik seperti Thai silk dan sifon sutera. Tidak ada keluhan dari Ani mengenai rancangan busananya. Bahkan Ani sempat memintanya kembali membuatkan busana untuk Herawati Boediono sebelum umrah ketika masih menjadi ibu wakil presiden. Ia mengatakan turut senang bisa dipercaya membuatkan busana untuk keluarga presiden.

Busana yang dirancang khusus untuk Ani tidak diproduksi kembali agar tetap eksklusif. Ia mengatakan bahwa Ani merasa senang memakai rancangannya dan beberapa kali memberikan pujian.

"Beliau (Ani) orangnya humble banget, alhamdulillah saat pakai baju aku komentarnya positif sih, katanya senang pakai baju itu," tambah Monika sambil tersenyum sebelum menutup perbincangan dengan Wolipop.

(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads