Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hijab Gypsy, Tren Baru dari Itang Yunasz, NurZahra Sampai Desainer Jepang

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 10 Nov 2014 13:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Tren busana muslim berjalan seiringan dengan gaya hijabnya. Misalnya di awal 2012, hijab tampil tumpuk seolah-olah semakin besar, makin unik justru makin baik. Namun di 2013, tren yang terlihat 'heboh' digantikan dengan gaya minimalis sampai saat ini. Bagian atasnya yang simpel, para hijabers lebih fokus pada padu padan busananya.

Di panggung Jakarta Fashion Week yang berlangsung selama sepekan lalu, para desainer yang fokus pada busana muslim atau hanya modest dressing mengumumkan tren terbaru untuk aplikasi hijab. Seperti apa bentuknya?

1. Itang Yunasz

Belum ada nama 'resmi' untuk gaya satu ini, namun desainer Itang Yunasz menamakannya 'model hijab gypsy'. Inspirasinya memang terlihat dari gaya wanita gypsy yang tampil ikonik dengan scarf yang diikat di bagian belakangnya, begitupun tren hijab terbaru ini. Styling hijab sederhana yang mirip turban. Namun bagian belakang hijab diikat dan dibiarkan memanjang ke belakang. Jika dibayangkan, bentuknya mirip seperti rambut ekor kuda.

2. Itang Yunasz

Tren hijab berikut ditampilkan Itang untuk show hari kedua Jakarta Fashion Week 2015, Minggu (2/11/2014). Mengangkat koleksi dari label utamanya, Itang Yunasz, sang desainer mendapatkan inspirasinya dari perjalanan ke tanah Indonesia belahan Timur yang eksotik, terutama Sumba. Tanah Sumba dengan guratan tenun ikatnya yang khas cukup menarik untuk diangkat ke dunia internasional, namun dibuat dalam teknik digital printing oleh Itang. Warna cerah seperti hijau, biru indigo dan teracotta, menjadi palet pilihan desainer busana muslim itu kali ini.

3. NurZahra

Menjadi salah satu ksatria mode di Dewi Fashion Knight; yaitu malam puncak pesta mode Jakarta Fashion Week, Windri Dhari, creative director dari label NurZahra ikut menyajikan tren hijab ini di atas panggung. Gaya yang kasual, sesuai dengan karakteristik rancangan Windri yang saat itu didominasi dengan palet biru.

4. NurZahra

Sebagai desainer hijab, label NurZahra termasuk yang mencuri perhatian dari dunia internasional. NurZahra memikat para pecinta mode di Tokyo Fashion Week dan kemudian koleksinya tampil dalam situs mode dunia seperti Women's Wear Daily dan juga Vogue Italia.

5. Desainer Jepang

Modest fashion atau tampilan mode yang terlihat sopan dan tertutup menjadi highlight di tahun ini. Dari mulai Dolce & Gabbana, The Row, begitupun label asal Jepang, Mannequins JAPON yang digawangi Hideaki Sakaguchi. Dalam show perdananya di Jakarta, Hideaki menghadirkan satu item utama yaitu scarf sebagai aksesori. Scarf pun dibuat sebagai penutup kepala yang ditampilkan dengan cara diikat di bagian belakangnya.
(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads