Jakarta Fashion Week 2015
Ketika Potret Kemacetan Jakarta Dijadikan Motif Gaun Malam Oleh Billy Tjong
Warga ibukota dan kemacetan jalanan Jakarta, menghadirkan bermacam cerita yang menarik untuk dipandang dalam berbagai perspektif. Tak terkecuali dalam hal mode. Kemacetan yang banyak orang dihindari bahkan membuat stres, dipandang dengan cara berbeda oleh desainer Billy Tjong. Hasilnya, siapa sangka potret kemacetan bisa membaur dalam mode dan membuat gaun malam lebih bicara lewat motifnya.
Keberagaman yang dijumpai di jalanan Jakarta nampaknya begitu diresapi oleh Billy Tjong dan ditransformasikan sebagai cerita dalam koleksi terbarunya, Bhineka. Potret kemacetan Jakarta digambarkan lewat teknik digital printing yang kini menjadi ciri khas Billy, sejak si desainer menampilkan teknik itu pertamakalinya di tahun 2012 lewat koleksi berjudul 'Potrait'. Teknik yang membuatnya jatuh cinta dan selalu hadir di tiap koleksinya setelah itu.
Tak hanya Billy Tjong desainer yang terpikat digital printing. Desainer muda dunia seperti Mary Katrantzou, Peter Pilotto, Matthew Williamson termasuk yang tak pernah bosan mengeksplor keindahan busana dengan permainan printing di atasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kemacetan yang dieksplor oleh desainer lulusan Esmod Jakarta itu. Keindahan seni lukis, grafis, hingga kaligrafi cina ia kreasikan sendiri sebagai motif untuk koleksi busananya. Digambarkan dalam bentuk busana ready to wear premium yang feminin dan seksi dengan siluet fit and flare.
Beberapa di antaranya dibuat menjadi strapless dress dengan potongan rok midi ala ladylike. Konsep lainnya menampilkan potret printing di atas rok pensil pas badan yang dipadu bersama atasan vest dalam warna netral. Billy juga bermain dengan siluet cocon yang terlihat bervolume namun tetap seimbang dengan potongan rok pendek sehingga tampilan tetap seksi dan bergaya urban.
Billy juga berkreasi dengan bahan khusus kali ini, yaitu neoprene dengan material yang mirip baju menyelam. Disamping bahan jacquard, organza dan dupon silk yang lebih feminin. Menariknya menggunakan bahan neoprene dengan tekstur yang lentur dan mengikuti lekuk tubuh, namun potongan terlihat tegas sehingga memiliki sisi feminin namun juga maskulin secara bersamaan.
Di luar gambaran printing yang sudah tampil dalam banyak warna, Billy menyeimbangkannya dengan palet warna solid seperti hitam, biru dan merah yang menguatkan citra busana berjiwa muda dan stylish.
Koleksi Bhineka Billy tampil di hari pertama Jakarta Fashion Week 2015, di area fashion tent, Senayan City, Jakarta Pusat. Desainer keluaran program Indonesia Fashion Forward itu menampilkan koleksi bersama label Jii by Gloria Agatha.
(asf/ays)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik











































