Monika Jufry: HijabersMom Community Bukan Kumpulan Socialite Berjilbab
Komunitas yang semua anggotanya perempuan dewasa cenderung dikaitkan dengan kumpulan socialite yang selalu tampil fashionable dan glamour. Bahkan beberapa dari anggotanya terlihat menggunakan busana hingga tas dari brand high-end untuk tampil mempesona ketika datang ke acara gathering.
Berbeda dengan komunitas socialite yang selalu tampil glamour, desainer busana muslim sekaligus salah satu penggagas HMC, Monika Jufry, menegaskan bahwa komunitas HijabersMom Community (HMC) tidak demikian. Meskipun semua anggotanya perempuan dewasa, sudah menikah, dan selalu memperhatikan penampilan ketika datang ke suatu acara tapi HMC bukanlah kumpulan wanita glamour.
Para anggota HMC hanya senang tampil fashionable walaupun sudah menjadi orangtua dengan usia 30 tahun ke atas. Ketika mengadakan gathering pun, anggotanya tidak harus menggunakan barang branded atau mewah seperti komunitas socialite yang tren di kota-kota besar Indonesia terutama Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua wanita dengan berbagai profesi bisa bergabung sebagai anggota HMC termasuk ibu rumah tangga. Wanita yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI) itu mengatakan kalau HMC tidak membeda-bedakan strata sosial anggotanya. Mereka bisa bergabung sesuai dengan kawasan tempat tinggalnya karena HMC tersebar di 21 wilayah Indonesia seperti Bogor, Bekasi, Depok, Sumatera, Batam, Semarang, Solo, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, hingga Lombok.
Komunitas yang didirikan oleh lima desainer busana muslim seperti Monika Jufry, Irna Mutiara, Hannie Hananto, Najua Yanti, dan Jenny Tjahyawati, itu kini sudah memiliki anggota lebih dari 8 ribu dari seluruh wilayah tersebut.
Setiap wilayah memiliki kegiatan masing-masing tapi tetap dikoordinasikan dengan HMC pusat yang terletak di Jakarta. Setiap satu tahun sekali juga ada gathering HMC dari seluruh wilayah Indonesia yang berkumpul di satu tempat.
Ketika berkumpul, anggota bebas berpakaian sesuai gaya personalnya masing-masing. Ini membuat perbedaan antara wanita satu dan lainnya menjadi tidak terlihat sehingga membuat mereka merasa nyaman saat berkumpul bersama. Acara HMC bukan hanya ajang kumpul saja tapi biasanya dilengkapi dengan pengajian atau kegiatan sosial. Tak hanya itu, adapun acara lain yang dibuat untuk mengembangkan kreativitas masing-masing.
"Yang utama biasanya pengajian, kegiatan sosial, tapi yang rutin itu tiap bulan pasti pengajian. Kita juga ada acara talkshow, demo masak, jadi nggak hanya kumpul-kumpul doang," ujar wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti itu sebelum mengakhiri perbincangan dengan Wolipop.
(aln/fer)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik











































