Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Koleksi Busana Muslim Irna Mutiara Dibanjiri Pujian di Spanyol & Maroko

wolipop
Kamis, 23 Okt 2014 19:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina/Wolipop
Jakarta -

Kini desainer busana muslim Indonesia semakin inovatif dalam mengembangkan karyanya. Mereka juga terus melebarkan sayap hingga ke pasar internasional. Desainer busana muslim Irna Mutiara termasuk salah satu desainer yang telah masuk ke ranah internasional.

Wanita yang menjadi desainer sejak 1998 itu baru saja melakukan perjalanan ke Maroko untuk memamerkan koleksi busana pengantin terbarunya. Irna diundang untuk fashion show oleh KBRI Rabat, Maroko, pada akhir September kemarin.

Irna merilis koleksi busana pengantin muslimah yang ringan dan simpel untuk fashion show di Maroko. Ia menampilkan busana pengantin syar'i serta elegan dengan taburan mutiara dan kristal Swarovski.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika berbincang dengan Wolipop, desainer asal Bandung itu mengatakan inspirasi koleksi kali ini berasal dari zaman Edwardian, yaitu masa peralihan dari busana berat ke yang lebih ringan di awal abad ke-19. Ia ingin wanita muslim modern terlihat lebih ringan dengan busana yang simpel tapi glamour dengan sentuhan kristal Swarovski.

"Temanya Exquishopisticated itu maksudnya keindahan, kekinian, dan tetap bersahaja. Busana yang saya tampilkan di Maroko terlihat ringan tapi tetap elegan," tutur Irna kepada Wolipop usai fashion show di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2014).

Lebih lanjut, Irna mengatakan fashion show di Maroko berjalan dengan lancar. Bahkan rancangannya tersebut menerima banyak pujian dari masyarakat Maroko baik yang muslim maupun non muslim. Selain fashion show, kedatangan desainer yang dikenal sebagai perancang busana pengantin muslim pertama di Indonesia itu ke Maroko dan Spanyol juga untuk pemotretan koleksi terbarunya.

Irna bercerita, setelah melakukan fashion show di Maroko, perjalanannya lanjut ke Spanyol dalam rangka liburan sekaligus pemotretan. Ibu tiga anak ini mengaku tidak membawa model dari Indonesia tapi mencari wanita Spanyol yang mau membawakan rancangannya.

Awalnya sulit mengajak wanita Spanyol untuk menjadi model dari koleksi terbarunya karena yang akan dibawakan pakaian muslim. Namun setelah ia memperkenalkan lebih dalam kepada beberapa wanita Spanyol yang ditemuinya, mereka akhirnya setuju. Tak disangka, beberapa model dan masyarakat sekitar menyukai rancangan terbarunya.

"Saya tidak membawa model hanya menawari perempuan-perempuan yang lagi ada di kafe untuk menjadi model. Awalnya mereka menolak, tapi setelah mengenakannya mereka merasa senang, bahkan teman-temannya juga minta ikut menggunakan busana muslim. Banyak juga turis dan masyarakat sana yang memberikan pujian karena mereka tidak pernah melihat busana muslim sebelumnya," tambah Irna sambil tertawa.

Pendiri Hijabersmom Community itu pun berharap perjalanannya ke Maroko dan Spanyol bisa membuka peluang untuk para desainer busana muslim Indonesia menembus pasar internasional. Ia ingin fashion muslim Indonesia juga menjadi daya tarik masyarakat luar untuk datang ke Tanah Air.

(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads