Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Gaya Iriana Jokowi

Kebaya Klasik, Busana yang Cocok untuk Iriana Sebagai Ibu Negara

wolipop
Senin, 20 Okt 2014 10:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ray Jordan/detiknews
Jakarta -

Iriana Joko Widodo sebentar lagi resmi menjadi Ibu Negara baru bagi rakyat Indonesia. Mendampingi sang suami yang akan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia di Gedung MPR/DPR RI, Senin (20/10/2014) ini, ibu tiga anak itu tampil dengan kebaya klasik dan sanggul tradisional.

Untuk kegiatan kenegaraan yang bersifat formal, penampilan Iriana dinilai sudah cukup sesuai. Menurut desainer kenamaan Tri Handoko, wanita berusia 51 tahun itu memang sebaiknya lebih sering mengenakan kebaya klasik.

"(Cocoknya) kebaya klasik, seperti yang dia pakai hari ini. Kalau mau yang tradisional sebaiknya ya jangan yang aneh-aneh," ujar Tri, saat diwawancara Wolipop lewat telepon, Senin (20/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia ini, kebaya merupakan busana yang sudah cantik baik dari segi siluet maupun potongannya. "Kebaya memang sesuatu yang sudah cantik. Jangan diobrak-abrik. Mungkin tinggal pemilihan bahan, warna dan coraknya. Untuk bu Iriana cocoknya seperti biru turquoise, hijau safir atau krem," saran Tri.

Busana yang dikenakan Iriana di hari pelantikan Jokowi, merupakan model kebaya kutu baru yang mengaksentuasi bentuk pinggang serta pinggul. Kebaya klasik ini akan membuat pemakainya terlihat lebih anggun tanpa harus tampil secara berlebihan dengan berbagai aksesori.

Selain kutu baru, model kebaya klasik yang juga cocok dikenakan untuk menghadiri acara resmi adalah kebaya encim. Banyak wanita masa kini yang memakai kebaya jenis ini untuk acara formal dengan bahan embroidery warna putih yang dikombinasikan dengan kain batik.

 

Pemilihan bahan sebaiknya yang menutup tubuh misalnya thai silk, sutera atau viscoce. Bukan yang transparan seperti tulle atau lace. Selain terkesan kurang formal, kebaya berbahan lace atau brokat sebenarnya bukanlah kebaya klasik melainkan bentuk dari modernisasi.

 

"Kalau masalah brokat, itu sudah modern jadi bukan asli lagi. Kebaya yang sekarang ini sering kita temui di pesta-pesta sudah dikembangkan sedemikian rupa sama penjahit atau desainer," ungkap desainer Era Soekamto.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads