Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Gaya Militer

Invasi Militer dalam Dunia Fashion

wolipop
Selasa, 07 Okt 2014 11:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Getty Images
Jakarta -

Inspirasi pakaian militer dalam dunia fashion telah ada sejak lama. Gaya yang diadaptasi dari busana militer seperti ini menuangkan konsep klasik. Setidaknya itu yang dilakukan oleh desainer Christophe Decarnin pemilik rumah fesyen adibusana legendaris Balmain.

Christophe menerapkan gaya militer dalam koleksi rancangannya di tahun 2010. Jaket dengan bahu lebar, kancing emas berlimpah, dan celana ketat adalah gaya militernya.

Tren militer juga banyak diterapkan banyak desainer lain di berbagai belahan dunia. Sebut saja Victoria Beckham dan Christopher Bailey untuk Burberry. Mereka menambahkan beberapa ornamen militeristik pada koleksi musim gugur 2012, dengan nuansa hijau gelap dan jaket bomber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jaket tentara, berbagai nuansa sepatu hijau, juga sepatu bot, gaya militer tetap hidup sampai saat ini. Ada berbagai cara mengenakan tren ini. Berpikirlah tentang sentuhan feminin saat menerapkan gaya militer.

Seperti para wanita yang bertugas pada Perang Dunia II. Mereka mengenakan jaket pas badan yang diikat belt, dipadankan dengan rok bawah lutut.

Cetakan kamuflase hijau dan nuansa hijau tentara tampak tangguh pada musim gugur 2013 lalu. Termasuk di antaranya mantel bulu, jaket bersabuk, celana, bahkan rok. Seperti yang dilakukan oleh Prabal Gurung, desainer keturunan Nepal yang berbasis di kota New York itu mengambil inspirasi militer pada koleksinya. Koleksi ini tidak sembarang ia rancang.

Telah ada penelitian jauh sebelumnya tentang suku Asgarda Ukraina yang dilakukan Prabal. Desainer lain yang memberikan potongan ala militer dalam rancangan mereka adalah Michael Kors, Rachel Roy, Charlotte Ronson, dan Rebecca Minkoff.

Jika belum cukup bukti bahwa tampilan militer adalah gaya yang patut dicoba, Lady Gaga muncul dengan mantel hijau vinil dari koleksi musim gugur Calvin Klein 2013 di Kota New York.

Dari sepatu perang, legging kulit, sampai jaket militer, dan jaket loreng kamuflase, siapa saja bisa menambahkan potongan busana militer ke lemari pakaian.

Karakter militer merambah budaya pop

Jauh sebelumnya, kita dapat melihat karakter militer dalam budaya pop, dari G.I. Joe sampai komik strip Beetle Bailey. Gaya militer jadi bagian dari desain melewati banyak dekade.

Kita hampir lupa bahwa isi lemari pakaian kita seperti celana khaki, jaket bomber, sepatu bot tempur, dan mantel sesungguhnya berasal dari zona perang.

Sebuah pameran Frontline Fashion di Charles River Museum of Industry and Innovation mengingatkan kita pada budaya pop militer tersebut. Mahasiswa dari Lasalle College berperan di balik pameran tersebut.

Jill Carey pengajar jurusan fashion merchandising meneliti tentang perkembangan dalam busana militer. Pakaian militer bermain di dunia mode.

Pengaruh militer ini terlihat dengan jelas pada pola kamuflase militer, jas berkancing dua yang terinspirasi dari jaket angkatan laut, sampai pada elemen mengejutkan lain.

Saat mendesain rancangan ikoniknya desainer seperti Yves Saint Laurent dan Chanel meminjam desain jahitan klasik dan fitur dari pakaian milter, seperti siluet tajam, fabrikasi, dan rincian desain lainnya.

(mer/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads