Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Busana Khas Tiongkok Tampil Lebih Modern di Fashion Show APPMI Bandung

wolipop
Kamis, 11 Sep 2014 12:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Untuk melahirkan anak muda yang benar-benar ahli di bidangnya, beberapa perguruan tinggi melakukan pertukaran pelajar antar negara. Hal tersebut kini sudah diterapkan salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, Universitas Kristen Maranatha (UKM). Sejak 2013 lalu UKM telah melakukan pertukaran pelajar dan dosen dengan Guangxi Arts Institute (GXAI), Tiongkok.

Pertukaran pelajar ini tidak hanya bertujuan untuk pembelajaran mahasiswanya tapi juga mengenal lebih dalam mengenai budaya kedua negara. Prof. Lin Yanning, selaku dekan Departemen Pascasarjana Desain GXAI mengatakan bahwa kebudayaan Indonesia yang unik bisa memberikan inspirasi baru untuk mahasiswanya. Bahkan para mahasiswa asal Tiongkok ini sangat menikmati perbedaan budaya yang cukup signifikan.

"Budaya Indonesia cukup unik, mereka senang belajar kebudayaan Indonesia dan menikmatinya," tutur Lin sesaat sebelum fashion show dimulai di Hotel Hilton, Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kerja sama ini, Lin berharap mahasiswanya bisa menjadi tenaga kerja di bidang kreatif yang handal. Ia juga ingin terus mengembangkan kepiawaian para mahasiswa Tiongkok yang menempuh pendidikan di bidang fashion untuk mengkreasikan busana tradisional di negaranya agar terlihat lebih modern. Hal itu dikarenakan sebagian masyarakat Tiongkok masih menjunjung tinggi busana tradisional khas negara tersebut.

Oleh sebab itu, tak heran bila busana yang ditampilkan oleh 13 mahasiswa GXAI memiliki sentuhan motif tradisional Tiongkok tapi dengan potongan yang tren saat ini. Para mahasiswa dari Fakultas Fashion and Apparel Design GXAI tersebut menampilkan 20 set busana.

Secara keseluruhan, mahasiswa GXAI menampilkan busana berpotongan asimetris berupa atasan dan rok mullet. Tampak potongan yang tegas juga mewarnai koleksi mereka. Detail timbul serta motif print khas budaya Tiongkok tetap mendominasi panggung fashion show.

Dari busana-busana yang disuguhkan, Mahasiswa GXAI tampaknya tidak terlalu banyak bermain warna. Mereka cenderung fokus pada potongan dan detail rancangannya. Material katun, tulle, hingga sutra mendominasi seluruh rancangan yang dipamerkan di fashion show dengan tajuk Evolusia 2014 itu.

Kerja sama ini diharapkan bisa memberikan inspirasi baru untuk para pelaku fashion di Indonesia. Tidak hanya buat para mahasiswa tapi juga industri mode di Indonesia yang kian berkembang setiap tahunnya.

"Tahun lalu dari Korea, kali ini Tiongkok. Kita ingin para mahasiswa tidak hanya berkarya saat kuliah saja tapi seterusnya. Saya harapkan kerja sama ini bisa memberikan inspirasi juga buat dunia fashion di Indonesia, jadi ini betul-betul event yang akan menginspirasi banyak pihak," tambah Dr. Krismanto Kusbiantoro, dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads