Diprotes, Zara Tarik Kaus Mirip Seragam Tahanan Yahudi Dari Pasaran
wolipop
Sabtu, 30 Agu 2014 09:16 WIB
Jakarta
-
Brand high street asal Spanyol, Zara baru-baru ini terpaksa harus menarik salah satu model busananya dari pasaran. Item tersebut merupakan sebuah kaus lengan panjang bergaris biru putih dengan aksen bintang kuning di sisi sebelah kiri. Kaus berkesan kasual itu ditarik dan berhenti diproduksi karena mirip dengan seragam yang dikenakan umat yahudi saat ditahan oleh Nazi.
Dalam akun twitter resminya, Zara mengatakan item bertajuk 'sheriff T-shirt' itu awalnya terinspirasi dari film the Classic Western. Namun kaus anak seharga Rp 270 ribuan tersebut dianggap menyinggung karena serupa dengan kaus tahanan pemusnahan umat Yahudi yang dilakukan Nazi.
Item itu pun menuai sejumlah kontra dari para pelanggan di sosial media. Merek favorit para pecinta fashion itu pun telah meminta maaf dalam akun twitter.
"We honestly apologize," tanggap Zara mengenai banyaknya komentar terhadap kaus dalam sebuah status twitter
Menanggapi hal sensitif ini, Kongres Yahudi Dunia menyatakan dalam situs resminya bahwa mereka menghargai tindakan Zara. Namun hal ini juga disayangkan karena masih banyak brand-brand fashion yang kerap menyinggung kekejaman holacaust.
"Hal ini terus terjadi karena kurangnya edukasi tentang Holacaust dan sejarah anti-Semitism." ungkap World Jewish Congress pada situs resminya.
Penarikan item fashion kontroversial bukan kali pertama terjadi pada brand Zara. Sebelumnya, merek yang telah berdiri selama 40 tahun itu juga pernah menghadapi kasus serupa pada tahun 2007. Kala itu, Zara merilis sebuah tas dengan simbol swatika milik Nazi.
(ami/kik)
Dalam akun twitter resminya, Zara mengatakan item bertajuk 'sheriff T-shirt' itu awalnya terinspirasi dari film the Classic Western. Namun kaus anak seharga Rp 270 ribuan tersebut dianggap menyinggung karena serupa dengan kaus tahanan pemusnahan umat Yahudi yang dilakukan Nazi.
Item itu pun menuai sejumlah kontra dari para pelanggan di sosial media. Merek favorit para pecinta fashion itu pun telah meminta maaf dalam akun twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal sensitif ini, Kongres Yahudi Dunia menyatakan dalam situs resminya bahwa mereka menghargai tindakan Zara. Namun hal ini juga disayangkan karena masih banyak brand-brand fashion yang kerap menyinggung kekejaman holacaust.
"Hal ini terus terjadi karena kurangnya edukasi tentang Holacaust dan sejarah anti-Semitism." ungkap World Jewish Congress pada situs resminya.
Penarikan item fashion kontroversial bukan kali pertama terjadi pada brand Zara. Sebelumnya, merek yang telah berdiri selama 40 tahun itu juga pernah menghadapi kasus serupa pada tahun 2007. Kala itu, Zara merilis sebuah tas dengan simbol swatika milik Nazi.
(ami/kik)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
MOST COMMENTED











































