Intimate Interview
Aisyah Haerani, Pemenang Hijab Hunt 2013 yang Tetap Stylish Saat Naik Gunung
Tidak sedikit wanita yang menyukai kegiatan fisik di luar ruangan seperti naik gunung. Beberapa wanita yang suka naik gunung biasanya tidak terlalu memerhatikan penampilannya ketika mendaki karena lebih mementingkan keamanan dan kenyamanan untuk bisa mencapai puncak.
Tidak demikian dengan Aisyah Haerani, salah satu hijabers yang mengaku hobi naik gunung. Pemenang Hijab Hunt 2013 itu mengatakan harus tetap tampil maksimal walaupun sedang mendaki. Ia memang tidak terbiasa jika harus memakai kaos polos dengan celana yang dikhususkan untuk naik gunung.
"Aku nggak bisa pakai baju yang polos, aku harus dress up ya. Di sana dingin banget, aku cari baju-baju yang lucu warnanya tapi hangat dan tetap stylish, kan nggak boleh jeans aku pakai legging atau training gitu yang aku mix and match dengan warna kerudungnya, sweater atau parkanya juga warna-warni. Jadi memang sudah aku persiapkan sendiri supaya nggak kelihatan boring," tutur wanita yang kerap disapa Icha itu saat diwawancarai Wolipop beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kalau pendakiannya cukup sulit maka ia memutuskan untuk mengenakan sepatu gunung. Beberapa sepatu gunung miliknya pun punya beragam warna. Wanita yang masih menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma itu akan menyesuaikan sepatu tersebut dengan busana yang akan dikenakannya nanti.
Icha mengaku biasa memakai tas gunung yang memiliki ukuran 70 liter. Di dalam tasnya selalu terdapat alat make-up dan beberapa potong busana untuk penggantian ketika mendaki. Ia juga selalu menyediakan makanan seperti coklat atau gula merah untuk menambah staminanya ketika sedang dalam perjalanan.
"Makeup bawa juga tapi yang penting harus dibawa itu lipgloss, lipstik, pensil alis, sama bb cream. Misalnya saat naik Gunung Gede cuma 3 hari 2 malam paling aku bawa jaket atau parka dua, aku bawa sweater dua, jeans satu, training dua, kaos dua, dan kerudung atau syal aku bawa tiga," ujarnya kemudian.
Meskipun sering terlihat terlalu banyak barang yang seharusnya bisa diminimalisir sebelum mendaki tapi Icha mengatakan bahwa ia tidak merasa kerepotan. Wanita 21 tahun itu pun menuturkan kalau ia bukan tipe wanita manja sehingga barang bawaannya tidak akan merepotkan teman-teman lainnya.
Namun beberapa temannya masih suka berkomentar dengan gaya busananya yang cukup nyentrik untuk mendaki gunung. Bahkan ia juga pernah menjadi pusat perhatian karena tetap tampil berbeda ketika nanjak. Kini Icha sudah sukses mendaki tujuh gunung di Indonesia.
"Memang aku suka naik gunung, naik gunung tuh yang penting fisiknya kuat saja, teman-temanku juga sudah terbiasa dengan gayaku. Tapi ada juga yang suka komentar 'Cha kita mau naik gunung apa fashion show?' tapi aku nggak ambil hati. Aku sudah pernah naik Gunung Gede, Prau, Pangrango, Cikunir, Papandayan, Ceremai, Semeru. Rencananya bulan September Semeru lagi. Rinjani baru awal Januari 2015 karena lama perjalanan," tambahnya.
Untuk tetap sehat saat naik gunung Icha selalu mempersiapkan kesehatan fisik sejak jauh-jauh hari. Sebelum nanjak, Icha membiasakan dirinya untuk rutin lari minimal 30 menit setiap hari selama dua minggu sebelum naik gunung. Olahraga lari akan membantu pengaturan napasnya saat mendaki.
Icha mulai hobi naik gunung baru sejak dua tahun lalu sejak awal masuk kuliah. Gunung Gede menjadi pendakian pertamanya. Gunung tersebut pula yang memberikan kesan tak terlupakan dari lainnya.
Sedikit bercerita, Icha mengatakan pernah terluka saat pertama kali naik gunung. Ia sempat kehabisan napas karena hujan tidak berhenti dan udara semakin dingin. Kala itu, wanita berdarah Makassar-Medan ini sampai tak bisa tidur sebelum nanjak menuju puncak karena sesak napas yang membuat keadaannya semakin tidak fit.
Dalam keadaan kurang sehat, Icha memutuskan untuk melanjutkan naik menuju puncak. Namun tiba-tiba ia kepleset dan terjatuh hingga kakinya berdarah. Ia sempat merasa putus asa karena sakit yang harus ditahan hingga sampai puncak gunung.
"Saat itu jam setengah 3 pagi aku kepeleset dalam keadaan sesak napas dan telapak kakinya berdarah. Aku memang dibantu teman-temanku pas di puncak baru diobatin, kakiku lecet dari telapak kaki sampai lutut karena sepatuku robek aku jalannya pincang-pincang, mau nangis tapi aku harus tahan," tutur wanita kelahiran 12 Desember 1992 itu.
Meskipun kesan pertama naik gunung kurang menyenangkan tapi bukannya kapok malah membuat Icha ketagihan. Ia mengatakan, naik gunung memang butuh perjuangan tapi pengalaman dan pemandangan yang ia dapatkan saat di puncak seolah membayar semuanya. Ia pun semakin mencintai alam sejak hobi naik gunung.
"Saat di gunung semua orang itu jadi baik, pengalaman dan pemandangan yang didapat nggak bisa aku gambarkan dengan kata-kata pokoknya luar biasa indah. Jadi berasa lebih tenang dan semakin dekat sama Allah," tandasnya di akhir perbincangan.
(aln/fer)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Drakor Jisoo BLACKPINK & Seo In Guk Tayang 2026, Aktingnya Tuai Sorotan
Ramalan Zodiak 9 Januari: Capricorn Harus Sabar, Aquarius Lebih Teliti
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
Jerawat Tak Kunjung Hilang? Coba 7 Rangkaian Skincare Ini











































