Demam Piala Dunia
Hati-hati! Pakai Jersey Bola Bisa Bikin Bau Badan
wolipop
Selasa, 17 Jun 2014 13:35 WIB
Jakarta
-
Dengan maraknya Piala Dunia 2014 yang sedang berlangsung saat ini, para pecinta bola sudah siap dengan seragamnya masing-masing, yakni kaos jersey tim andalan yang beraneka warna dan ditempeli logo. Jiwa sportif penuh kebanggaan pun langsung menempel saat dikenakan oleh para pendukungnya.
Namun jangan sedih, selain kebanggaan, ada satu hal lagi yang menempel di diri Anda, yakni bau badan. Koq bisa? Banyak orang yang tidak memiliki masalah bau badan perlahan tapi pasti mengeluarkan aroma yang tidak sedap saat terlalu lama memakainya. Hal ini dikarenakan oleh sifat bahan kaos tersebut.
Jika Anda sebelumnya telah membaca artikel tentang jersey di sini (http://de.tk/68UCRT), pasti sudah paham bahwa sifat kaos yang notabene terbuat dari serat polyester 100% itu tidak memiliki pori yang memungkinkan kulit untuk bernapas. Iapun juga berfungsi untuk menahan panas tubuh tetap di dalam dan menolak air atau keringat yang menempel dari dalam.
Saat kulit tidak bernapas dan keringat mengering di dalam kaos yang lembab, maka bakteri pun semakin berkembang dan menimbulkan aroma tidak sedap. Aromanya pun bervariasi, mulai dari keringat bau asam, bau ketiak tajam, bau amis, bau sampah hingga aroma parfum atau deodoran yang bercampur keringat sehingga semakin tajam.
Itulah sebabnya bahan jersey ini hanya dipakai saat berlaga di lapangan dan bukan dipakai untuk sehari-hari. Selain tidak baik untuk kesehatan kulit juga buruk untuk pencitraan Anda yang mungkin mendapat julukan si bau ketiak.
Namun dengan maraknya Piala Dunia, siapa yang bisa melarang orang untuk memakai kaos jersey? Anda hanya bisa meminimalisir timbulnya bau. Desainer kenamaan Indonesia yang tergabung dalam APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) serta dosen mode di Institut Kesenian Jakarta, Taruna K. Kusmayadi pun membagi tips.
"Boleh saja memakai kaos jersey asal pakai dalaman kaos katun. Kaos katun itu yang nantinya menyerap keringat. Pakai deodoran juga boleh," ujarnya. Namun banyak kasus dimana deodoran justru menimbulkan bau yang sangat tajam jika bercampur dengan keringat sehingga kaos dalaman sebaiknya tetap dipakai setelah memakai deodoran.
"Sekarang itu ada teknologi tekstil dengan fitur 'dri' dari kata dry atau kering. Maksudnya biar pakai materi polyester tapi gak bikin bau. Namun bahan ini tetap tidak nyaman di kulit meskipun sudah canggih atau dicampur sama materi lain," paparnya. Jadi sebaiknya kaos ini hanya dipakai untuk momentum saja buka untuk dipakai lebih dari 90 menit layaknya pertandingan dimulai hingga berakhir.
(fer/fer)
Namun jangan sedih, selain kebanggaan, ada satu hal lagi yang menempel di diri Anda, yakni bau badan. Koq bisa? Banyak orang yang tidak memiliki masalah bau badan perlahan tapi pasti mengeluarkan aroma yang tidak sedap saat terlalu lama memakainya. Hal ini dikarenakan oleh sifat bahan kaos tersebut.
Jika Anda sebelumnya telah membaca artikel tentang jersey di sini (http://de.tk/68UCRT), pasti sudah paham bahwa sifat kaos yang notabene terbuat dari serat polyester 100% itu tidak memiliki pori yang memungkinkan kulit untuk bernapas. Iapun juga berfungsi untuk menahan panas tubuh tetap di dalam dan menolak air atau keringat yang menempel dari dalam.
Saat kulit tidak bernapas dan keringat mengering di dalam kaos yang lembab, maka bakteri pun semakin berkembang dan menimbulkan aroma tidak sedap. Aromanya pun bervariasi, mulai dari keringat bau asam, bau ketiak tajam, bau amis, bau sampah hingga aroma parfum atau deodoran yang bercampur keringat sehingga semakin tajam.
Itulah sebabnya bahan jersey ini hanya dipakai saat berlaga di lapangan dan bukan dipakai untuk sehari-hari. Selain tidak baik untuk kesehatan kulit juga buruk untuk pencitraan Anda yang mungkin mendapat julukan si bau ketiak.
Namun dengan maraknya Piala Dunia, siapa yang bisa melarang orang untuk memakai kaos jersey? Anda hanya bisa meminimalisir timbulnya bau. Desainer kenamaan Indonesia yang tergabung dalam APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) serta dosen mode di Institut Kesenian Jakarta, Taruna K. Kusmayadi pun membagi tips.
"Boleh saja memakai kaos jersey asal pakai dalaman kaos katun. Kaos katun itu yang nantinya menyerap keringat. Pakai deodoran juga boleh," ujarnya. Namun banyak kasus dimana deodoran justru menimbulkan bau yang sangat tajam jika bercampur dengan keringat sehingga kaos dalaman sebaiknya tetap dipakai setelah memakai deodoran.
"Sekarang itu ada teknologi tekstil dengan fitur 'dri' dari kata dry atau kering. Maksudnya biar pakai materi polyester tapi gak bikin bau. Namun bahan ini tetap tidak nyaman di kulit meskipun sudah canggih atau dicampur sama materi lain," paparnya. Jadi sebaiknya kaos ini hanya dipakai untuk momentum saja buka untuk dipakai lebih dari 90 menit layaknya pertandingan dimulai hingga berakhir.
(fer/fer)
Elektronik & Gadget
Baseus EnerFill FC11 10000mAh Fast Charging Powerbank, Solusi Anti Lowbat Tanpa Ribet Kabel!
Health & Beauty
Aroma Clean & Effortless untuk Sehari-hari, Alchemist Eau de Parfum Pink Laundry vs Powder Room!
Health & Beauty
Double Cleansing yang Nggak Bikin Takut, Ini Dia Cleansing Oil yang Aman buat Pori-pori dan Kulit Sensitif!
Elektronik & Gadget
UNE 12000mAh Powerbank Magnetic Qi2, Solusi Charging Ngebut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































