Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

JFFF 2014

Parade Adi Busana Kaya Detail di Jakarta Fashion & Food Festival

wolipop
Sabtu, 24 Mei 2014 11:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta - Jumat malam (23/05/2014), Jakarta Fashion and Food Festival 2014 (JFFF) menampilkan parade busana couture karya lima desainer muda Indonesia. Supreme Style menjadi tema besar dari seluruh koleksi busana yang dihadirkan Albert Yanuar, Imelda kartini, Andreas Odang, Reshna Adiatmadiraksa serta Soko Wijayanto di grand ballroom Harris Hotel and Conventions Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Busana bercitarasa internasional yang mewah, high end dan eksklusif menjadi benang merah dari tiap koleksi kelima desainer ini, yang tampil dengan ciri khasnya masing-masing. Membuka peragaan busana, tema Mineraloid dibawakan oleh Albert. Kali ini, Albert memamerkan serangkaian gaun yang didominasi warna emas serta champagne dengan siluet memeluk tubuh.

Pemakaian material seperti tulle dan renda pada busana berpotongan rumit serta teknik layering menjadikan koleksi Albert bold dan edgy. Misalnya terusan warna champagne beraksen ruffle tumpuk di bagian samping. Dihadirkan pula gaun mermaid dengan aplikasi kupu-kupu emas yang dibuka menjadi sebuah terusan panjang transparan putih dengan aksen renda-renda hitam tampil spektakuler menutup sekuen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parade busana diteruskan oleh Imelda yang mengusung aplikasi bunga tiga dimensi dan bordir motif baroque. Menggunakan bahan jacquard, tulle, renda, serta organza, Imelda membawakan warna-warna cerah seperti dusty blue serta peachy pink. Sebuah midi dress hadir dengan bahan jacquard berbordir dipasangkan dengan bolero motif serupa yang berkesan feminin. Sedangkan sebuah dress pink berlapis organza tampil menawan dengan aksen bunga-bunga tiga dimensi.

Peragaan dilanjutkan dengan tema Botanical Garden karya Odang. Memamerkan sejumlah gaun cocktail, Odang mengemasnya dalam tampilan feminin kaya bordir dan siluet bunga. Efek struktur dan permainan layering diaplikasikan pada varian busana berbahan sutera, brokat serta wool. Salah satu tampilannya yang cukup menarik adalah sebuah halter top warna beige berbordir bunga hitam dengan strap sequin silver dan aksen tumpukan ruffle di samping. Atasan tersebut pun tampil dinamis berpadu dengan celana sutera hitam.

Selanjutnya 12 set busana yang terinspirasi dari mode tahun 20-an dipamerkan oleh Reshna. Busana-busana feminin ditampilkan dengan bahan sutera, brokat, tassel, tulle, serta kain dengan penggunaan teknik tenun. Kesan bold serta mewah yang ingin Reshna tawarkan dihadirkan dalam koleksi gaun yang memeluk tubuh. Salah satu yang mencuri perhatian adalah sebuah atasan cokelat berhias manik-manik emas yang dipadankan dengan rok hitam nan atraktif.

Koleksi adibusana selanjutnya dibawakan oleh Soko Wiyanto yang terinspirasi dari Ratu Prancis Marie Antoinette. Serangkaian ball gown yang ia tampilkan dipercantik dengan aplikasi bordir, bunga tiga dimensi, serta teknik laser cut. Ditambahkan pula detail sekuin dan mutiara yang memberi sentuhan mewah pada busana. Sebuah ball gown penuh sekuin emas berkerah mutiara tampil menawan dengan detail ruffle tulle di bagian ekornya. Hadir menutup parade busana, sebuah ball gown putih berhias mutiara serta bordir dan aksen sequin serupa ikat pinggang tampil manis dengan layer pita di bagian belakang pinggang.

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads