Ferdy's Note: Ketika Hijab Menginspirasi Fashion Global
wolipop
Rabu, 07 Mei 2014 14:35 WIB
Jakarta
-
Saat ini di Indonesia gaya berbusana para hijabers sedang menjadi sorotan dan menjadi sebuah industri baru yang geliatnya semakin menguat. Diawali dari para hijab bloggers, bermunculannya para desainer hijab muda, hingga semakin banyaknya komunitas yang berani tampil gaya.
Munculnya fashion hijab ke permukaan erat kaitannya dengan demam foto street style, lahirnya fashion bloggers hingga social media yang semakin berkembang. Tiap orang menjadi gemar melakukan OOTD (outfit of the day) sesuai gaya masing-masing. Bagi mereka yang konsisten, sukses menjadi panutan dan diikuti banyak orang dan penggemar, seperti yang terjadi pada Dian Pelangi.
Tak hanya di Indonesia, di setiap negara pun memiliki selebgram masing-masing yang bisa dijadikan inspirasi. Sebagai sebuah industri, dunia fashion secara global pun memantau hal ini dan sadar bahwa gaya tersebut bisa menjadi market baru yang bisa menghasilkan keuntungan lebih besar.
Perlahan tapi pasti beberapa rumah mode dunia seakan mengakomodir konsumen hijab dengan menelurkan desain yang serba tertutup. Istilah kerennya, modest atau sopan. Gaya berbusana modest pun memiliki sebutan yang tak kalah keren, yakni modest dressing.
Hal ini diperkuat dengan debut duo desainer Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli untuk rumah mode Valentino yang karyanya didominasi gaya ini. Meskipun sudah berlangsung setahun yang lalu, gaya ini konsisten dikedepankan rumah mode asal Italia tersebut dan diikuti banyak desainer lainnya. Para hijabers cukup menambahkan penutup kepala saat memakai koleksi tersebut dan jadilah gaya hijab mumpuni.
Bukan hijab, modest dressing adalah sebuah gaya busana sopan yang memang serba tertutup dan tak menonjolkan lekuk tubuh. Biasanya, untuk atasan ia bersiluet longgar, berlengan panjang dan terkesan saat dipakai terlalu besar satu ukuran dari tubuh pemakai.
Untuk bawahan, rok maksi hingga celana palazzo longgar pun jadi opsi utama. Sesekali gaun maksi pun jadi pilihan, namun jarang yang memakai, mengingat sebuah gaun maksi mahal harganya. Namun bagi para fashionista sejati, gaun maksi pun sah-sah saja digunakan di pagi hari saat pekan mode Milan atau Paris berlangsung.
Editor mode dunia, Suzy Menkes bahkan mengatakan: "Saat ini, menutupi terlihat lebih seksi dan jauh lebih modern ketimbang mengekspos segalanya." Bagaimana tidak, gaya berbusana wanita muda Italia yang identik dengan lekuk tubuh terekspos bebas kini berubah haluan. Innocent, feminin, manis menjadi pakem gaya baru bagi wanita modern.
Apakah hal ini memang nyata terpampang bahwa pasukan hijabers dunia berhasil mengukuhkan identitas gaya berbusana islami secara global, termasuk rumah mode dunia? Kembali lagi, fashion adalah industri, jadi suatu hal yang sedang digemari dan bisa jadi peluang usaha, tentu saja patut dijalankan.
Meskipun mulai ditampilkan dua musim lalu oleh rumah mode Valentino, tren modest dressing baru terasa kuat belakangan ini. Lihatlah kompilasi visual busana yang diambil dari musim dingin 2014 mendatang dari berbagai rumah mode.
Ada nuansa bergaya hijab yang konsisten dipertontonkan. Rok panjang, gaun maksi, tone warna lembut yang tak berteriak, hingga ukuran yang kebesaran dan menyembunyikan lekuk tubuh. Pada kenyataannya, hijabers justru menyenangi busana serba tabrak warna dan motif. Semakin tidak serasi malah jadi daya tarik tersendiri yang membuat seorang wanita berhijab tak dikenal memiliki banyak pengikut di Instagram.
Adapun pakem modest dressing yang bisa diikuti sangatlah sederhana. Pertama ukuran yang kebesaran dari tubuh agar kesan longgar dan bahan ringan melambai tercipta.
Kedua, koordinasi atas bawah juga memegang peran penting, kemeja dengan rok maksi atau sweater dengan celana palazo. Kreativitas masing-masing rumah mode seakan memberikan definisi baru bagi para hijabers yang tersesat di belantara para selebgram hijabers dan lebih memilih untuk mengacu pada panggung catwalk dunia.
Ketiga, perlu diingat modest dressing bukanlah hijab. Ia adalah fashion statement yang mengusung konsep sopan dan secara paralel terinspirasi dari tren hijabers dunia. Jadi penutup kepala bukanlah keharusan bagi non-hijabers, namun menutup lekuk tubuh menjadi kunci penting.
Jangan lupa, celana jeans atau legging ketat tidak masuk dalam kategori modest. Modest juga berarti sopan dan elegan, kedua item fashion tadi sama sekali tidak menyiratkan elemen elegan. Anda menemukan wanita berjilbab atau mengaku hijabers namun memakai skinny jeans? Sudah bisa disimpulkan ia bukan hijabers atau sedang bergaya modest dressing.
(fer/fer)
Munculnya fashion hijab ke permukaan erat kaitannya dengan demam foto street style, lahirnya fashion bloggers hingga social media yang semakin berkembang. Tiap orang menjadi gemar melakukan OOTD (outfit of the day) sesuai gaya masing-masing. Bagi mereka yang konsisten, sukses menjadi panutan dan diikuti banyak orang dan penggemar, seperti yang terjadi pada Dian Pelangi.
Tak hanya di Indonesia, di setiap negara pun memiliki selebgram masing-masing yang bisa dijadikan inspirasi. Sebagai sebuah industri, dunia fashion secara global pun memantau hal ini dan sadar bahwa gaya tersebut bisa menjadi market baru yang bisa menghasilkan keuntungan lebih besar.
Perlahan tapi pasti beberapa rumah mode dunia seakan mengakomodir konsumen hijab dengan menelurkan desain yang serba tertutup. Istilah kerennya, modest atau sopan. Gaya berbusana modest pun memiliki sebutan yang tak kalah keren, yakni modest dressing.
Hal ini diperkuat dengan debut duo desainer Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli untuk rumah mode Valentino yang karyanya didominasi gaya ini. Meskipun sudah berlangsung setahun yang lalu, gaya ini konsisten dikedepankan rumah mode asal Italia tersebut dan diikuti banyak desainer lainnya. Para hijabers cukup menambahkan penutup kepala saat memakai koleksi tersebut dan jadilah gaya hijab mumpuni.
Bukan hijab, modest dressing adalah sebuah gaya busana sopan yang memang serba tertutup dan tak menonjolkan lekuk tubuh. Biasanya, untuk atasan ia bersiluet longgar, berlengan panjang dan terkesan saat dipakai terlalu besar satu ukuran dari tubuh pemakai.
Untuk bawahan, rok maksi hingga celana palazzo longgar pun jadi opsi utama. Sesekali gaun maksi pun jadi pilihan, namun jarang yang memakai, mengingat sebuah gaun maksi mahal harganya. Namun bagi para fashionista sejati, gaun maksi pun sah-sah saja digunakan di pagi hari saat pekan mode Milan atau Paris berlangsung.
Editor mode dunia, Suzy Menkes bahkan mengatakan: "Saat ini, menutupi terlihat lebih seksi dan jauh lebih modern ketimbang mengekspos segalanya." Bagaimana tidak, gaya berbusana wanita muda Italia yang identik dengan lekuk tubuh terekspos bebas kini berubah haluan. Innocent, feminin, manis menjadi pakem gaya baru bagi wanita modern.
Apakah hal ini memang nyata terpampang bahwa pasukan hijabers dunia berhasil mengukuhkan identitas gaya berbusana islami secara global, termasuk rumah mode dunia? Kembali lagi, fashion adalah industri, jadi suatu hal yang sedang digemari dan bisa jadi peluang usaha, tentu saja patut dijalankan.
Meskipun mulai ditampilkan dua musim lalu oleh rumah mode Valentino, tren modest dressing baru terasa kuat belakangan ini. Lihatlah kompilasi visual busana yang diambil dari musim dingin 2014 mendatang dari berbagai rumah mode.
Ada nuansa bergaya hijab yang konsisten dipertontonkan. Rok panjang, gaun maksi, tone warna lembut yang tak berteriak, hingga ukuran yang kebesaran dan menyembunyikan lekuk tubuh. Pada kenyataannya, hijabers justru menyenangi busana serba tabrak warna dan motif. Semakin tidak serasi malah jadi daya tarik tersendiri yang membuat seorang wanita berhijab tak dikenal memiliki banyak pengikut di Instagram.
Adapun pakem modest dressing yang bisa diikuti sangatlah sederhana. Pertama ukuran yang kebesaran dari tubuh agar kesan longgar dan bahan ringan melambai tercipta.
Kedua, koordinasi atas bawah juga memegang peran penting, kemeja dengan rok maksi atau sweater dengan celana palazo. Kreativitas masing-masing rumah mode seakan memberikan definisi baru bagi para hijabers yang tersesat di belantara para selebgram hijabers dan lebih memilih untuk mengacu pada panggung catwalk dunia.
Ketiga, perlu diingat modest dressing bukanlah hijab. Ia adalah fashion statement yang mengusung konsep sopan dan secara paralel terinspirasi dari tren hijabers dunia. Jadi penutup kepala bukanlah keharusan bagi non-hijabers, namun menutup lekuk tubuh menjadi kunci penting.
Jangan lupa, celana jeans atau legging ketat tidak masuk dalam kategori modest. Modest juga berarti sopan dan elegan, kedua item fashion tadi sama sekali tidak menyiratkan elemen elegan. Anda menemukan wanita berjilbab atau mengaku hijabers namun memakai skinny jeans? Sudah bisa disimpulkan ia bukan hijabers atau sedang bergaya modest dressing.
(fer/fer)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
MOST COMMENTED











































