Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mengintip Proses Pembuatan Bra di Pabrik Wacoal, Bogor

wolipop
Jumat, 11 Apr 2014 10:26 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta - Bra merupakan jenis pakaian yang penting dipakai setiap hari oleh wanita. Meskipun hanya dikenakan sebagai dalaman, bra berkualitas umumnya dijual dengan harga cukup tinggi atau seharga pakaian biasa. Ternyata ada alasan kenapa bra diberi harga yang rata-rata berkisar Rp 100 ribuan ke atas.

Saat Wolipop mengunjungi pabrik Wacoal di Citeureup, Bogor pada Kamis (10/04/2014), terungkap bahwa untuk membuat satu bra dibutuhkan 25-30 jenis bahan dan material yang berbeda. Belum lagi proses produksinya yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Wolipop beserta rombongan media lain diajak mengunjungi ruangan tempat proses produksi pakaian dalam dimulai, yakni tempat penyimpanan bahan. Sebuah bra bisa menggunakan 25-30 material, jadi bisa terbayang betapa banyaknya jenis kain yang tersimpan di sini. Untuk menjamin kualitas dan kenyamanan, dilakukan pengecekan tahap awal terhadap bahan.

"Kalau ada cacat, kotor, atau garis misalnya kita kembalikan ke pabriknya. Bisa ada 16% yang dikembalikan," ujar Agus, asisten manajer Product Department Head Wacoal.

Langkah selanjutnya setelah bahan dicek adalah pemotongan. Proses ini masih dilakukan secara manual dibantu mesin potong sehingga dibutuhkan ketelitian. Pola kain pun diperiksa sampai beberapa tahap, agar potongan kain pas ukurannya. Setelah dipotong, perca-perca tersebut dijahit untuk disatukan.

Di dalam ruangan menjahit khusus bra, terdapat 25 grup penjahit yang memiliki tugas berbeda-beda. Ada yang khusus menjahit bagian cup, ada yang mengerjakan bagian back atau belakang bra, dan sebagian lain melakukan penyambungan antara kedua bagian tersebut. Setelah bra selesai dibuat, kembali dilakukan pengecekan jika terjadi kecacatan seperti jahitan yang kurang rapi, strap yang kurang elastis, warna tidak sama, dan sebagainya.

Selain melihat proses pembuatan bra, Wolipop juga dibawa ke tempat penjahitan panties. Di sini, proses penyatuan bahan tidak serumit bra karena pola dalaman yang memang tidak terlalu detail. Hanya ada sekitar 14 grup penjahit yang bertugas dalam proses ini. Seperti di bagian bra, panties yang sudah jadi juga diperiksa apakah sudah layak untuk dipasarkan.

Bergerak ke bagian Final Inspect, semua hasil produksi kembali diperiksa. Setelah itu, dilakukan pula penjahitan tag harga dan brand Wacoal.

Di proses ini, kecelakaan seperti patahnya jarum kerap terjadi. Karena bisa membahayakan konsumen jika terselip di pakaian dalam, patahan jarum tersebut harus ditemukan. Proses produksi pun bisa berhenti sejenak. Menggunakan alat magnetik, tempat di sekitar patahnya jarum hingga tubuh penjahitnya akan diperiksa.

Jika patahan jarum tidak juga ditemukan, staf yang bertugas harus tanda tangan di dalam surat yang menyatakan bahwa mereka memutuskan berhenti melakukan pencarian. Mereka pun akan bertanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan kepada konsumen.

Setelah dilakukan cek, pemasangan tag dan pengemasan, ada pula pemeriksaan secara acak pada item-item yang sudah dibungkus rapi sebelum akhirnya dijual ke pasaran. "Kita berani memberikan jaminan 7 hari boleh dikembalikan jika tidak nyaman dipakai karena kita yakin kualitas produk kita," jelas Suryadi Sasmita selaku Presiden Direktur PT. Indonesia Wacoal.

Tak hanya berkutat di ranah pakaian dalam perempuan, Wacoal juga berencana melirik pasar pria. "Rencananya tahun ini. Untuk pria, kita akan hadirkan model yang basic, karena pria lebih melihat dalaman sebagai fungsi bukan koleksi seperti wanita," tambah Suryadi.


(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads