Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Duh, Seniman Ini Rusak Baju Desainer Rp 14 Jutaan Untuk Dijadikan Bola Benang

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 21 Mar 2014 16:27 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Lernert & Sander
Jakarta - Apa yang biasanya Anda lakukan dengan barang-barang mewah keluaran desainer atau rumah mode dunia? Sebagian besar orang mungkin akan menjawab akan menjaga barang berharga jutaan rupiah tersebut dengan baik. Bahkan tak jarang pula, mereka harus mengirimnya ke luar negeri untuk mendapat perawatan khusus. Namun hal itu tidak berlaku bagi seniman, Lernert dan Sander.

Duo seniman asal Amsterdam ini justru 'merusak' baju yang mereka dapat dari rumah mode mewah dunia, seperti Prada, Celine, Chloe dan Jil Sander. Mereka menarik benang dari sweater berbahan rajut tersebut dan menjadikannya bola benang.

"Tak ada perasaan yang lebih menyenangkan daripada sweater yang dipisahkan dengan baik dan mudahnya," tutur keduanya kepada MailOnline.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua seniman juga membuat video pendek tentang proses penarikan benang, yang diberi judul Last Season. Lernert dan Sander mendapatkan sweater-sweater rajut tersebut dari sebuah butik di Maastricht (satu-satunya toko yang menjual Prada di Belanda). Pemilik butik, Kiki Niesten memberi koleksi dari brand mewah seharga US$ 1.000 sampai US$ 1.300 itu, dari butiknya kepada duo seniman untuk diikutsertakan ke dalam pameran seni, Tefaf.

"Tefaf adalah pameran seni yang cukup besar di Eropa. Ajang ini dipenuhi para jutawan dari berbagai penjuru dunia. Kiki berharap karya kami memiliki unsur edgy untuk semuanya," jelas Lernert dan Sander.

Baju rajut yang sudah dijadikan bola benang tersebut kemudian dijual oleh kedua seniman dengan harga cukup tinggi, yaitu 750 euro atau sekitar Rp 11 juta tiap bolanya. Seperti yang dilansir oleh Daily Mail, bola Prada dan Jil Sander bahkan sudah dilirik oleh kolektor.

Menurut kedua seniman, bola dari benang wol ini merepretasikan 'harapan dan aspirasi.' Keduanya menambahkan, butuh teknik untuk mendekonstrusikan semua bagian menjadi satuan. Tapi setelah satu titik ditemukan, proses selanjutnya akan sangat mudah.

"Awalnya kami seakan melakukan sesuatu yang salah, tapi setelah beberapa jam kemudian kami benar-benar terbawa," tambah keduanya.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads