Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Agensi Model Ini Pilih Talent Berkepribadian Unik, Bukan karena Cantik

wolipop
Sabtu, 15 Mar 2014 12:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Lucy dan Pandora, pendiri Anti-agency. Dok. Daily Mail
Jakarta - Tinggi minimal 175 cm, kaki ramping dan jenjang serta tulang pipi tinggi merupakan beberapa syarat mutlak untuk masuk ke industri modelling. Namun sebuah agensi model mencoba mendobrak aturan yang sudah ditaati para pelaku mode sejak puluhan tahun tersebut.

Adalah Lucy Greene dan Pandora Lennard, dua wanita berusia 24 tahun yang mendirikan Anti-agency, agensi model yang tidak memilih talent-nya berdasarkan penampilan atau ukuran tubuh tapi lebih kepada kepribadian, ketertarikan dan gaya individual.

Kepada Daily Mail, Lucy dan Pandora yang berasal dari London, Inggris ini mengatakan, "Kami tidak mencari model dengan stereotipe yang sama, tapi pria dan wanita dengan kepribadian menarik, gaya yang asyik, berkharisma dan punya hobi yang unik; satu paket."

Dua wanita muda ini sebelumnya pernah bekerja di industri fashion dan memutuskan mendirikan Anti-agency sekitar sembilan bulan lalu. Mereka 'berburu' para talent-nya lewat Facebook, datang ke galeri-galeri seni serta konser musik yang mereka tahu kalau di sana mereka akan menemukan orang-orang unik dan menarik.

Lucy dan Pandora tidak menampik kalau mereka juga mempertimbangkan penampilan fisik karena bagaimanapun juga, industri model tetap menginginkan figur yang enak dilihat. Namun kecantikan atau ketampanan bukanlah hal utama karena keduanya secara spesifik memilih orang-orang yang memang memiliki faktor 'X'.

"Model-model kami mungkin ada yang berpenampilan menarik tapi kami tidak mau para klien menilai mereka hanya dari tinggi atau berat badannya. Kami punya model mulai dari ukuran tubuh 6-14 dan tinggi 152 cm hingga 180 cm ke atas, dari berbagai etnis," jelas mereka.

Agensi ini didirikan bagi mereka yang punya potensi jadi model tapi memutuskan tidak mau, untuk orang yang terlalu 'keren' untuk menjadi sekadar model biasa dan orang yang hidupnya didedikasikan untuk musik, fashion, seni, ilustrasi gambar dan industri kreatif.

"Kami di sini untuk menyediakan casting alternatif bagi perusahaan-perusahaan dan untuk mempromosikan orang-orang yang kami percaya (punya potensi) sekaligus mendukung kemajuan karier mereka," ujarnya.

Model dari Anti-agency pernah membintangi sejumlah kampanye dari brand fashion ternama di antaranya Dr. Martens, Urban Outfitters dan Asos. Selain itu beberapa talent-nya juga pernah tampil di fashion show Pam Hogg dan Vivienne Westwood bersama Cara Delevingne. Agensi ini pun tidak pernah meminta para model untuk mengubah gaya dan kepribadian mereka demi kepentingan komersil.

"Mereka tampil apa adanya sebagai diri mereka. Model di agensi kami tidak ada yang berprofesi full time sebagai model. Sebagian besar tetap fokus pada pekerjaan mereka yang sekarang. Beberapa berprofesi sebagai seniman, lainnya lagi musisi," jelas Lucy dan Pandora.

Saat ini Anti-agency menaungi 100 model dan berencana membesarkan perusahaannya dalam waktu dekat. Kira-kira dalam lima tahun ke depan, Anti-agency akan berekspansi ke New York dan Los Angeles.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads