Intimate Interview
Sukses Jadi Desainer, Denny Wirawan Lirik Bisnis Interior
wolipop
Senin, 10 Mar 2014 11:05 WIB
Jakarta
-
Denny Wirawan merupakan salah satu desainer Indonesia yang sudah menggeluti bidangnya sejak 1996. Rancangan pria asal Surabaya itu kini sudah sering dipamerkan di luar negeri. Tidak jarang Denny diundang untuk berpartisipasi dalam acara pekan mode di beberapa negara Asia maupun Eropa.
Tidak mudah bagi Denny untuk membesarkan bisnisnya di bidang fashion seperti sekarang ini. Butuh perjuangan dan kemauan yang kuat untuk menghadapi segala tantangan. Pria berdarah Jawa-Bali itu mengaku cukup merasa puas dengan hasil jerih payahnya hingga saat ini. Namun ia tidak ingin berhenti sampai di sini, masih banyak yang harus dikembangkan ke depannya.
Ketika berbincang dengan Wolipop di kantornya beberapa waktu lalu, Denny tidak hanya bercerita mengenai perjalanannya menjadi desainer tapi juga harapan ke depannya. Ternyata selain menjadi perancang busana, pria yang hobi traveling itu juga ingin mengembangkan bisnisnya ke bidang interior. Bahkan ia telah mengoleksi buku-buku interior sebagai bagian dari rencana ke depannya.
"Tertarik sekali dengan interior, saya suka mengoleksi buku-buku interior. Senang saja lihatnya bagaimana bisa menata yang bagus tapi bukan arsitektur lebih ke interiornya," tutur Denny kepada Wolipop di kantornya kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Sayangnya, niat Denny membangun bisnis tersebut tidak semudah membayangkannya. Menurut pria lulusan Susan Budiharjo Fashion School Jakarta itu tempat menjadi kendala utamanya. Selama ini Denny biasa menjual rancangan busananya di department store. Bila ingin memiliki bisnis interior tentu harus memiliki outlet sendiri.
Meskipun demikian, Denny tidak pupus harapan. Ia tetap mencari cara untuk mewujudkan niatnya membangun toko interior tersebut. Meskipun tidak berharap bisa sebesar Zara Home, tapi ia yakin dapat mengembangkannya. Denny ingin memiliki toko interior yang segala materialnya terbuat dari tenun dan batik.
"Nggak sampai segede Zara Home Misalnya etnik Bali Java, home living-nya saya buat seri kayak tatakan gelas gitu, semua dari batik atau tenun," tambah pria yang pernah menjadi Asisten Desainer almarhum Prayudi itu.
Bagi Anda yang ingin sukses seperti Denny, ia menyarankan agar tetap konsisten dan memiliki ciri khas. Meningkatkan kualitas juga penting untuk membuat bisnis semakin dikenal oleh para penikmat fashion. Bila memiliki keinginan mengembangkan suatu hal tidak salah untuk mencobanya karena itu juga berpengaruh terhadap karier Anda.
(aln/fer)
Tidak mudah bagi Denny untuk membesarkan bisnisnya di bidang fashion seperti sekarang ini. Butuh perjuangan dan kemauan yang kuat untuk menghadapi segala tantangan. Pria berdarah Jawa-Bali itu mengaku cukup merasa puas dengan hasil jerih payahnya hingga saat ini. Namun ia tidak ingin berhenti sampai di sini, masih banyak yang harus dikembangkan ke depannya.
Ketika berbincang dengan Wolipop di kantornya beberapa waktu lalu, Denny tidak hanya bercerita mengenai perjalanannya menjadi desainer tapi juga harapan ke depannya. Ternyata selain menjadi perancang busana, pria yang hobi traveling itu juga ingin mengembangkan bisnisnya ke bidang interior. Bahkan ia telah mengoleksi buku-buku interior sebagai bagian dari rencana ke depannya.
"Tertarik sekali dengan interior, saya suka mengoleksi buku-buku interior. Senang saja lihatnya bagaimana bisa menata yang bagus tapi bukan arsitektur lebih ke interiornya," tutur Denny kepada Wolipop di kantornya kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Sayangnya, niat Denny membangun bisnis tersebut tidak semudah membayangkannya. Menurut pria lulusan Susan Budiharjo Fashion School Jakarta itu tempat menjadi kendala utamanya. Selama ini Denny biasa menjual rancangan busananya di department store. Bila ingin memiliki bisnis interior tentu harus memiliki outlet sendiri.
Meskipun demikian, Denny tidak pupus harapan. Ia tetap mencari cara untuk mewujudkan niatnya membangun toko interior tersebut. Meskipun tidak berharap bisa sebesar Zara Home, tapi ia yakin dapat mengembangkannya. Denny ingin memiliki toko interior yang segala materialnya terbuat dari tenun dan batik.
"Nggak sampai segede Zara Home Misalnya etnik Bali Java, home living-nya saya buat seri kayak tatakan gelas gitu, semua dari batik atau tenun," tambah pria yang pernah menjadi Asisten Desainer almarhum Prayudi itu.
Bagi Anda yang ingin sukses seperti Denny, ia menyarankan agar tetap konsisten dan memiliki ciri khas. Meningkatkan kualitas juga penting untuk membuat bisnis semakin dikenal oleh para penikmat fashion. Bila memiliki keinginan mengembangkan suatu hal tidak salah untuk mencobanya karena itu juga berpengaruh terhadap karier Anda.
(aln/fer)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
5
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
MOST COMMENTED











































