Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Paris Fashion Week: Bordir Kenzo, Sneakers Stella McCartney & Animal Print Givenchy

Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 04 Mar 2014 16:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Vogue
Jakarta - Seiring bertambahnya hari, panggung mode Paris makin semarak dengan parade dari desainer dan label ternama yang ditunggu-tunggu pecinta mode. Tema rancangan yang kontras pun hadir di antara tiga label, Kenzo, Stella McCartney dan Givenchy. Jika Stella bermain dengan warna gelap dan siluet oversized, Givenchy justru menyajikan terusan pas badan nan feminin dengan sentuhan khas Riccardo Tisci, sang desainer.

1. Kenzo

Duo desainer Kenzo, Carol Lim dan Humberto Leon mengambil inspirasi dari film trilogi David Lynch, Twin Peaks untuk koleksi Fall/Winter terbaru. Berbeda dengan koleksi musim sebelumnya yang cenderung terang dan playful, mood koleksi kali ini lebih gelap namun tetap mengedepankan printing dan teknik embroidery lewat warna metalik. "Ada sentuhan dari setiap film-filmnya," jelas Humberto Leon.

2. Kenzo

Semburat warna-warna metalik mengisi busana berpalet musim dingin yang cenderung gelap, seperti hitam dan marun. Padu padan motif juga ditampilkan untuk busana-busana bertumpuk yang terdiri atas mantel, jumpsuit ataupun bustier dress. Duo desainer bahkan memberi opsi baru dalam memakai setelan blazer dan celana bemotif senada. Selain dipadu bersama kemeja dengan warna yang kontas, ditambahkan pula rok flare yang playful. Terlihat unik untuk konsumsi runway, namun bukan ide yang bagus jika Anda ingin mengaplikasikannya untuk gaya sehari-hari.

3. Stella McCartney

Siluet oversized ala tahun '80-an, diberi sentuhan khas Stella McCartney lewat aplikasi pengerjaan tangan untuk bordir berlekuk-lekuk di varian jaket boxy dan sweater kebesaran. Tak hanya teknik embroidery, teknik celupan tye-dye pun menghiasi rangkaian terusan dan setelan atasan dan celana dari bahan yang ringan. Cocktail dress mini dihadirkan sebagai penutup koleksi yang didominasi mantel tebal tanpa lekuk. Terusan berpalet hitam tadi dihiasi ornamen fringe dari tali-tali sutra halus.

4. Stella McCartney

Mantel-mantel oversized dengan potongan round shoulder bukan lagi hal mengejutkan yang dibawa Stella ke panggung runway. Justru koleksi sepatunya lebih menarik atensi malam itu. Para model terkesan lebih sporty dengan padanan sepatu flatform oxford dengan sol karet bergerigi. "Kami ingin memberikan pelanggan kami kemudahan, energi dan gerakan yang kami rasa mereka butuhkan," kata Stella di belakang panggung. Dapat dipastikan, sepatu ala Stella akan segera jadi tren jalanan para fashionista.

5. Givenchy

Riccardo Tisci sebagai Creative Director Givenchy kerap menampilkan karya dengan potongan tegas, gelap, bergaya maskulin. Kali ini mood yang disajikan Tisci berbeda, lebih fresh dan feminin. Blouse ataupun dress hadir dengan bahan sifon ringan tertutup animal print, dengan potongan yang kental nuansa '70-an. Selain memadukan dressnya dengan belt tipis dan stocking, beberapa terusan tampil dengan mantel-mantel bulu yang hangat nan glamour.

6. Givenchy

Di antara gaun-gaun bergaya feminin, setelan dengan potongan tegas khas Tisci turut ditampilkan. Musim ini, celana high waisted dengan atau tanpa ornamen di kantung yang juga hadir di koleksi pria Januari lalu tampil dengan paduan jaket crop atau boxy. Sang desainer juga melihat tren streetstyle dengan menghadirkan busana dari bulu. Ornamen bulu bahkan tampil di gaun malam. Beberapa dikombinasikan dengan rok hitam lipit dengan atasan tanpa lengan bertabur payet.
(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads