Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jakarta Fashion Week 2014

Dian Pelangi Ciptakan Batik untuk Busana Muslim Terbaru yang Colorful

Alissa Safiera - wolipop
Sabtu, 19 Okt 2013 22:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Abduh/Wolipop
Jakarta -


Dian Pelangi menjadi salah satu peserta Indonesia Fashion Forward yang menampilkan koleksi di hari pertama Jakarta Fashion Week, Sabtu (19/10/2013). Indonesia Fashion Forward sendiri adalah wadah bagi desainer lokal untuk dapat bersaing di industri fashion internasional. Di sana, para desainer akan diberi pengetahuan lebih tentang tekstil hingga mengenal market internasional. Event ini terselenggara atas kerjasama Jakarta Fashion Week, British Council dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bertempat di Fashion Tent JFW 2014, Senayan City, Jakarta, Dian yang terkenal dengan rancangan dari kain jumputan, mulai melirik batik sebagai media di koleksi terbaru ini. Uniknya, desainer muda itu membuat batiknya sendiri. Ia menggunakan teknik batik, namun mendesain motif yang lebih modern, seperti bunga. Dian pun menamakan kreasinya ini, 'Pop Batik'. Desain kali ini terinspirasi dari Mod Era tahun 60-an. Warna-warna cerah seperti pink, hijau, merah, biru, ungu mendominasi koleksi yang terkesan playful ini.

Rok-rok lebar, atasan bervolume, dan variasi outer ditunjukan Dian kali ini. Adapun tren layer atau tumpuk busana juga masih terlihat. Untuk bajunya yang sudah meriah, desainer kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 itu memadukannya dengan hijab sederhana dengan warna sesuai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Dian, desainer busana muslim lainnya yang juga memamerkan koleksinya di hari pertama Jakarta Fashion Week adalah Jenahara. Ia menamakan koleksinya Eastern Opulence, yang terinspirasi dari perjalanannya ke Mesir. Inspirasinya pun masih datang dari Timur Tengah.

Jenahara mengaplikasikan sulaman dari Tasikmalaya dan motif batik Pekalongan di koleksi terbarunya. Ia juga menambahkan aksen payet-payet emas dan silver yang memberi kesan glamour. Busana yang didominasi putih dan hitam itu juga banyak dihiasi kalung rantai menjuntai di bagian dada, ataupun pundak sebagai aksesori. Koleksi Jenahara kali ini banyak bermain dengan material organdi, tavetta dan syifon silk, yang dijadikan terusan panjang ataupun jaket berpotongan terstruktur.

Sebelum koleksi yang terkesan berat dari Dian dan Jenahara, desainer Windri Dhari juga ikut menampilkan karya moslem wear lewat label Nur Zahra. Karya Bur Zahra lebih kasual dari material ringan.

Sang desainer banyak terinspirasi dari nuansa Eropa Timur. Seperti ciri rancangan Windri terdahulu, koleksi Bertema 'Folk Solitude' kali ini juga menampilkan cutting busana yang longgar, panjang dan simpel, namun tetap tampil modern.



(asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads