Denny Wirawan Tampilkan Busana Etnik Terinspirasi Keindahan Alam Sumba
Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 09 Okt 2013 07:45 WIB
Jakarta
-
Sumba, dengan keindahan alam dari birunya laut dan pasir putih membuat desainer Denny Wirawan terinspirasi dalam menciptakan karya terbarunya. Desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) itu mengolah kain tenun Sumba menjadi busana ready-to-wear yang lebih modern dan chic di pagelaran mode IPMI Trend Show 2014, Skenoo Hall, Gandaria City, Jakarya Selatan.
Koleksi Denny terdiri dari tiga warna utama yaitu biru, putih dan gradasi merah. Warna-warna cantik ini diaplikasikan dalam konsep busana mix and match untuk label etnik Denny, Balijava.
"Konsepnya 'La Mer et du Soleil', di sini saya kagum sekali pada keindahan alam Sumba, keadaan geografisnya dan pemandangan mulai dari laut biru hingga matahari terbenam di sana. Oleh karena itu saya menggarap tenun Sumba yang memang sudah terkenal. Ini juga dalam rangka kerjasama saya dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) untuk mengembangkan tenun ikat Sumba," jelas Denny saat berbincang dengan Wolipop usai pagelaran, Selasa (08/10/2013) malam.
Olahan kain tenun ikat Sumba yang tebal dan berat dikreasikan menjadi rangkaian jaket, vest dan coat. Outerwear ini didesain dengan cutting tailored yang terstruktur, yang menjadi ciri khas rancangan Denny. Namun dipadukan dengan gaya yang lebih modern. Misalnya saja dipadukan dengan rok pensil, celana pipa yang lurus ataupun celana johdpur.
Koleksi yang dibuat selama dua bulan ini tampil dalam tiga pembagian warna. Pertama, terdiri atas gradasi warna putih, seperti off white hingga beige. Efek bordiran hingga penempatan payet menjadi aksen yan memperindah koleksi outer Denny.
Setelahnya, jaket-jaket dengan warna biru yang ditambahkan bordiran putih mulai mendominasi panggung. Beberapa di antaranya berupa vest biru dengan bagian lengan bermotif tenun. Vest ditambahkan belt, sehingga membentuk peplum, yang kemudian dipadukan bersama rok midi atapun rok mermaid menyeret lantai.
Koleksi selanjutnya dengan warna terracotta lebih terkesan dramatis. Denny menyuguhkan jaket dengan kerah yang besar, atau dibuat jubah panjang. Outer itu dipadukan bersama gaun panjang yang juga memakai motif tenun, menghasilkan karya yang glamour nan elegan. Terakhir, pagelaran ditutup dengan jaket berkerah besar dan kaku, dengan bagian lengan menjuntai layaknya kimono. Model juga memakai headpiece merah berukuran besar guna menambah efek dramatis.
"Kondisi kain yang tebal membuat saya banyak berkreasi dengan model jaket dan blazer, tapi ini pas dengan gaya rancangan saya. Harapan saya nantinya tenun bisa diolah tidak hanya sekadar sebagai jaket tapi juga bisa jadi gaun sendiri dengan bahan lebih ringan, sehingga bisa dipakai untuk acara kasual atau cocktail dress sekalipun," tutup Denny.
(asf/hst)
Koleksi Denny terdiri dari tiga warna utama yaitu biru, putih dan gradasi merah. Warna-warna cantik ini diaplikasikan dalam konsep busana mix and match untuk label etnik Denny, Balijava.
"Konsepnya 'La Mer et du Soleil', di sini saya kagum sekali pada keindahan alam Sumba, keadaan geografisnya dan pemandangan mulai dari laut biru hingga matahari terbenam di sana. Oleh karena itu saya menggarap tenun Sumba yang memang sudah terkenal. Ini juga dalam rangka kerjasama saya dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) untuk mengembangkan tenun ikat Sumba," jelas Denny saat berbincang dengan Wolipop usai pagelaran, Selasa (08/10/2013) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi yang dibuat selama dua bulan ini tampil dalam tiga pembagian warna. Pertama, terdiri atas gradasi warna putih, seperti off white hingga beige. Efek bordiran hingga penempatan payet menjadi aksen yan memperindah koleksi outer Denny.
Setelahnya, jaket-jaket dengan warna biru yang ditambahkan bordiran putih mulai mendominasi panggung. Beberapa di antaranya berupa vest biru dengan bagian lengan bermotif tenun. Vest ditambahkan belt, sehingga membentuk peplum, yang kemudian dipadukan bersama rok midi atapun rok mermaid menyeret lantai.
Koleksi selanjutnya dengan warna terracotta lebih terkesan dramatis. Denny menyuguhkan jaket dengan kerah yang besar, atau dibuat jubah panjang. Outer itu dipadukan bersama gaun panjang yang juga memakai motif tenun, menghasilkan karya yang glamour nan elegan. Terakhir, pagelaran ditutup dengan jaket berkerah besar dan kaku, dengan bagian lengan menjuntai layaknya kimono. Model juga memakai headpiece merah berukuran besar guna menambah efek dramatis.
"Kondisi kain yang tebal membuat saya banyak berkreasi dengan model jaket dan blazer, tapi ini pas dengan gaya rancangan saya. Harapan saya nantinya tenun bisa diolah tidak hanya sekadar sebagai jaket tapi juga bisa jadi gaun sendiri dengan bahan lebih ringan, sehingga bisa dipakai untuk acara kasual atau cocktail dress sekalipun," tutup Denny.
(asf/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Most Popular
1
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
2
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
3
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
4
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik
5
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri
MOST COMMENTED











































