Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Iwan Tirta dan BIN House Pamerkan Koleksi Batik Elegan di Plaza Indonesia

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 21 Agu 2013 18:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa/Wolipop
Jakarta - Karya dari dua maestro batik Indonesia, Iwan Tirta dan Josephine 'Obin' Komara dengan label BIN House, bersanding cantik dalam event yang berlangsung di Plaza Indonesia, Rabu (21/08/2013). Acara bertajuk Tribute to Indonesian Heritage itu diadakan di Lamoda Cafe dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia ke-68.

Koleksi pertama yang ditampilkan adalah dari Iwan Tirta private collection. Sang creative director, Era Soekamto, menampilkan ragam batik yang elegan sebagai pilihan untuk ke pesta. Misalnya saja batik dijadikan dress pendek dengan tambahan akaesori belt.

Adapun gaun panjang berteknik layer dan draperi memakai warna biru yang cantik. Salah satu gaun panjangnya hadir dengan teknik cut out di lengan dan sheer di bagian dada. Koleksi Iwan Tirta juga menghadirkan beberapa kebaya modern yang dipadankan dengan rok batik draperi bervolume.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi berikutnya yang ditampilkan dari BIN House. Obin sebagai creative director dan tim juga menghadirkan batik untuk ke pesta namun dikemas dalam gaya yang lebih kasual.

Kreasi BIN House terdiri dari 12 set, paduan atasan dan kain yang dibuat chic dan modern. Paduan Kreasi Obin cukup berwarna-warni. Sebagai contoh blus hitam tanpa lengan, dipadukan dengan kain batik oranye dan hitam sebagai bawahan yang matching dengan syal. Paduan ini juga menambahkan sabuk warna biru dan scarf hijau sebagai pemanis.

Ada lagi atasan bergaya kebaya modern tanpa lengan warna kuning, yang dipadukan dengan kain merah. BIN House juga menghadirkan beberapa aksesori seperti syal dan bolero dengan teknik unik yang disebut sang kreator adalah "jahit-jahit". Meskipun tampak berani bermain dengan warna terang, namun paduannya tetap cantik dan berkelas.

"Orang selalu bilang tradisi itu baku harus begitu dari dulu sampai sekarang harus gitu. Theres no such word as pakem. Pakem menurut saya the way it is. Manusia bergerak kita berubah jadi tradisi mengikuti budaya. Tradisi itu reinvented," tutur Obin menggambarkan konsep tradisi dalam karyanya, saat ditemui Wolipop, Rabu (21/08/2013).

"This what we've done today. Kain di Indonesia tuh bagusnya setengah mati, dan kami BIN House akan bawa kain Indonesia lebih jauh lagi. Baju-baju kayak gini yang bisa bikin cuma Indonesia. Obin cuma mau bilang I love indonesia," tutur desainer yang saat ditemui seusai show mengenakan blus putih dan kain biru.

(asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads