Bra Listrik Ini Bisa Lindungi Wanita dari Pelecehan Seksual

- wolipop Kamis, 06 Jun 2013 12:00 WIB
Dok. Getty Images
Jakarta - Dikatakan zaman terus maju dan kesetaraan gender semakin terasa, namun mengapa masih banyak terjadi pelecehan seksual terhadap wanita? Pelecehan seksual terjadi di belahan dunia manapun tanpa mengenal status sosial. Ketika seseorang tidak bisa mengontrol diri, maka pemaksaan kehendak pun bisa terlaksana.

Fakta menyedihkan ini membuat wanita was-was, terlebih bagi mereka yang terpapar dalam lingkungan yang tidak memberikan perasaan aman dan nyaman. Menyikapi hal ini, beberapa orang di berbagai belahan dunia menciptakan benda-benda untuk perlindungan diri, mulai dari atribut bela diri hingga pakaian yang berkamuflase.

Dilansir oleh Dailymail, baru-baru ini tiga mahasiswa teknik dari India menciptakan sebuah bra yang dinamakan Society Harnessing Equipment. Bra ini diklaim akan menghantarkan 82 sengatan listrik dan dilengkapi dengan fitur GPS. Jika terjadi sentuhan yang tidak diinginkan, maka GPS akan memberitahukan kepada stasiun polisi terdekat, seperti yang dilansir oleh Dailymail.

Manisha Mohan, yang membantu mengembangkan produk tersebut untuk diluncurkan bulan April lalu, mengatakan bahwa hal ini juga respon dari pemerkosaan besar-besaran yang dilakukan sebuah geng di Delhi tahun 2012.

Bra ini bekerja bila terjadi sentuhan di daerah dada dan sensor pun akan hidup bila terjadi penekanan maupun diremas, paparnya kembali kepada Times of India. Selain bra ini, sebelumnya mahasiswa di National Institute of Fashion Technology India juga telah menciptakan jaket anti-pemerkosaan yang bekerja serupa dengan kekuatan listrik 110 volt.

Bagi pemakainya, ia akan terhindar dari arus listrik apapun karena didesain untuk menyengat tindakan dari luar tubuh. Jika bra diaktifkan lewat sensor dan GPS, berbeda dengan jaket yang diaktifkan lewat sebuah tombol yang ada di dekat lengan.


Kekhawatiran akan tindak pemerkosaan juga membuat Aya Tsukioka dari Jepang menciptakan hal serupa. Ia mendesain rok maksi yang berfungsi untuk mengkamuflasekan bentuk tubuh. Di Swedia, juga ada ikat pinggang dengan mekanisme zig-zag untuk menyulitkan aksi pemerkosaan.


Terlepas dari busana dengan teknologi tersebut, masih banyak wanita yang memilih untuk menggunakan alat yang sifatnya praktis untuk perlindungan diri. Mulai dari semprotan lada berbentuk lipstik, alat setrum berbentuk ponsel, hingga sisir rambut yang ternyata pisau lipat. Semua benda ini tercipta karena ketakutan wanita akan aksi kekerasan yang bisa datang kapan dan dimana saja.


(fer/fer)