Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Dunia Model

Yang Bisa Hancurkan Karier Model: Merasa Diva Hingga Terjerat Narkoba

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 29 Apr 2013 09:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rachman Haryanto/detikfoto
Jakarta -

Beberapa wanita yang sudah menjadi model suka lupa diri. Terkadang ada model yang menganggap bahwa dirinya lebih unggul di antara lainnya sehingga merasa berkuasa. Namun model tidak boleh seperti itu karena dapat menghancurkan kariernya.

Menurut Edwan Handoko, koreografer fashion terkenal, karier seorang model bisa hancur karena tingkah lakunya. Pria yang sudah sepuluh tahun menjadi koreografer itu mengatakan, sikap model yang suka menyepelekan lingkungan di sekitarnya akan menghancurkan dirinya sendiri.

"Merasa diva, menganggap dirinya lebih dari yang lain, disuruh GR (gladi resik) oke, lama-lama 'gue kan sudah pintar, sudah jago,' menyepelekan lingkungannya akhirnya banyak yang nggak mau pakai," terang pria yang kerap dipanggil Papah Edwan itu kepada wolipop di Senayan City, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang sejak kecil sudah menyukai seni itu menambahkan, para model juga harus bisa diajak kerja sama, baik oleh koreografer, make up artis hingga fitter. Jika mereka sulit diajarkan dan belum apa-apa sudah mengeluh bisa menjadi bahan pembicaraan yang akan mempengaruhi pekerjaannya.

Papah Edwan mengatakan, bekerja di industri hiburan ruang lingkupnya kecil sehingga bila ada gosip bisa menyebar luas bahkan sampai ke klien. Jika klien atau desainer tidak suka karena sikapnya dianggap buruk, mereka tidak akan mau memberikan tawaran kepada model tersebut.

"Bisa dibenci kalau nggak bisa kerja sama. Disuruh pakai sepatu ini ngeluh, rok ini bilang begitu, fitter kesal bisa bilang ke desainernya, bisa tersinggung," ujar pria yang namanya pernah masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2005 itu.

Selain sikap, model yang tidak fokus juga bisa kehilangan pekerjaannya. Belum lagi jika model sudah terjebak dalam lingkungan negatif seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang. Model yang sudah terjerat narkoba biasanya tidak akan bertahan lama di industri hiburan. "Hancur karena keenakan nge-drugs, gladi resik (GR) terlambat, di atas panggung tidak konsentrasi," tambah Papah Edwan.

Maka dari itu, seorang model harus pintar dan mempunyai kepribadian yang baik. Model Keke Soeryo atau yang dulu dikenal dengan nama Keke Harun mengatakan, model harus pintar berinteraksi dengan orang-orang yang berada di sekitarnya jika mau disukai. Untuk itu, ia butuh pengetahuan yang luas agar bisa berkomunikasi dengan baik.

Tidak cuma pintar saja, model yang ingin berkembang harus tekun dan disiplin. Belajar untuk fokus dalam melakukan pekerjaannya. Bila model sedang mengalami masalah pribadi atau kelelahan tidak boleh sampai terbawa ke atas panggung. Dan yang tak kalah penting, dia juga harus bisa mengendalikan emosinya.

"Koreografer butuh ketepatan dia jalan itu hal yang simple tapi dia harus fokus, terus kalau dia dapat banyak pekerjaan dia harus nice sama orang kan, dia harus pintar bagaimana berbicara pada tempatnya, nggak boleh emosional," ujar wanita yang pernah menjadi model favorit almarhum desainer Ramli itu.

(ays/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads