Batik Kudus, Hasil Karya Multikultur yang Berusaha Kembali Eksis
wolipop
Selasa, 11 Sep 2012 11:24 WIB
Jakarta
-
Batik merupakan karya budaya yang mewakili identitas Indonesia di kancah internasional. Dalam selembar kain batik, terpapar identitas budaya bangsa, serta sejarah suatu daerah atau kota.
Bukan hanya satu atau dua jenis dan motif batik saja yang lahir dan berkembang, namun ada ribuan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya yaitu batik Kudus yang didesain dengan motif unik dan menarik.
Batik Kudus merupakan produk yang dihasilkan dari salah satu daerah di Pulau Jawa yang merupakan pusat perkembangan agama Islam, serta memiliki pengaruh kuat dari budaya Cina. Hal tersebutlah yang menjadikan batik Kudus ini sebagai hasil karya multikultur.
Sayangnya industri pembuatan batik Kudus ini sempat tenggelam. Batik asal kota yang dikenal sebagai penghasil rokok kretek itu kalah populer dibanding batik-batik lainnya seperti Batik Cirebon atau Pekalongan. Menyadari kondisi tersebut, PT Djarum yang bermarkas di Kudus mencoba membangkitkan lagi pembuatan batik Kudus. Melalui program Djarum Apresiasi Budaya, perusahaan rokok tersebut mengadakan pembinaan dan pelatihan membatik dengan nama 'Workshop Galeri Batik Kudus'.
Sekitar 50 wanita di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah mengikuti pelatihan membatik tersebut. Program yang sudah berjalan sejak Februari 2012 itu akan terus dikembangkan untuk membekali masyarakat Kudus dengan keahlian membatik.
"Batik Kudus ini harus dipelihara dan dikembangkan. Melihat minimnya jumlah pembatik di Kudus, kami merasa perlu memberikan pelatihan membatik kepada warga di Kudus. Dengan demikian tidak saja melestarikan budayanya, tapi juga memberdayakan masyarakat Kudus agar dapat secara mandiri mengelola batik Kudus di kemudian hari," ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari, saat ditemui Wolipop di Workshop Galeri Batik Kudus, Jl. Jepara KM 35, Garung Lor, Kaliwungu, Kudus, Senin (10/09/2012)
Melalui 'Workshop Galeri Batik Kudus' ini, diharapkan Batik Kudus mampu bertahan dan berkembang mengikuti perkembangan zaman, tanpa menghilangkan ciri khasnya tersebut. Lantas, seperti apakah ciri khas batik dari kota santri itu?
Seperti karakteristik batik pesisir, batik Kudus ini memiliki berbagai macam corak yang menggambarkan keadaan alam di sekitarnya. Ada pula pengaruh Islam melalui corak-corak kaligrafi yang terselip diantara motif batik Kudus. Ciri khas dari batiknya yaitu isen (isian dalam pola utama) gabah sinawur, moto iwak, serta mrutu sewu.
Sementara untuk warnanya, batik Kudus selalu hadir dengan palet sogan (kecoklatan) dengan motif tombak, parang, atau kawung. Namun, batiknya dihiasi dengan rangkaian bunga, serta taburan kembang, kupu-kupu, dan burung dengan warna yang cerah.
(rma/eny)
Bukan hanya satu atau dua jenis dan motif batik saja yang lahir dan berkembang, namun ada ribuan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya yaitu batik Kudus yang didesain dengan motif unik dan menarik.
Batik Kudus merupakan produk yang dihasilkan dari salah satu daerah di Pulau Jawa yang merupakan pusat perkembangan agama Islam, serta memiliki pengaruh kuat dari budaya Cina. Hal tersebutlah yang menjadikan batik Kudus ini sebagai hasil karya multikultur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 50 wanita di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah mengikuti pelatihan membatik tersebut. Program yang sudah berjalan sejak Februari 2012 itu akan terus dikembangkan untuk membekali masyarakat Kudus dengan keahlian membatik.
"Batik Kudus ini harus dipelihara dan dikembangkan. Melihat minimnya jumlah pembatik di Kudus, kami merasa perlu memberikan pelatihan membatik kepada warga di Kudus. Dengan demikian tidak saja melestarikan budayanya, tapi juga memberdayakan masyarakat Kudus agar dapat secara mandiri mengelola batik Kudus di kemudian hari," ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari, saat ditemui Wolipop di Workshop Galeri Batik Kudus, Jl. Jepara KM 35, Garung Lor, Kaliwungu, Kudus, Senin (10/09/2012)
Melalui 'Workshop Galeri Batik Kudus' ini, diharapkan Batik Kudus mampu bertahan dan berkembang mengikuti perkembangan zaman, tanpa menghilangkan ciri khasnya tersebut. Lantas, seperti apakah ciri khas batik dari kota santri itu?
Seperti karakteristik batik pesisir, batik Kudus ini memiliki berbagai macam corak yang menggambarkan keadaan alam di sekitarnya. Ada pula pengaruh Islam melalui corak-corak kaligrafi yang terselip diantara motif batik Kudus. Ciri khas dari batiknya yaitu isen (isian dalam pola utama) gabah sinawur, moto iwak, serta mrutu sewu.
Sementara untuk warnanya, batik Kudus selalu hadir dengan palet sogan (kecoklatan) dengan motif tombak, parang, atau kawung. Namun, batiknya dihiasi dengan rangkaian bunga, serta taburan kembang, kupu-kupu, dan burung dengan warna yang cerah.
(rma/eny)
Home & Living
Solusi Cepat Kreasi Berbagai Sajian di Dapur dengan Chopper Bumbu Praktis Ini!
Fashion
Nike Vomero Premium Alabaster, Cocok untuk Lari hingga Aktivitas Santai
Home & Living
Sparkle MAXI Karbol Sereh, Solusi Lantai Bersih dan Wangi
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman? Air Jordan Luka 4 PF Layak Dilirik
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Zara Umumkan Kolaborasi Kejutan, Gandeng Desainer High-Fashion John Galliano
J-Hope BTS Rilis Sneakers Pink Bareng Louis Vuitton, Playful Tapi Mewah
Gaun Unik Lisa Rinna di Oscars Terbuat dari Rambut Manusia Seberat 5 Kg
Momen 'Dingin' Anna Wintour Cueki Anne Hathaway di Oscars, Malah Bikin Ketawa
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
Most Popular
1
Potret Lucinta Luna Salat Ied di Masjid Seoul, Pakai Baju Koko & Peci
2
Terseret Skandal Epstein, Putri Beatrice & Eugenie Diminta Lepas Gelar
3
Aktris Iran Ini Viral Usai Sebut Kematian Khamenei Ditunggu 47 Tahun
4
Most Pop: Pesona Diana Pungky Bukber Bareng Artis Lawas, Cantik Bikin Terpana
5
Ramalan Zodiak Cinta 21 Maret: Aries Lebih Peduli, Virgo Perbaiki Komunikasi
MOST COMMENTED











































