Riset: 30% Model Mendapat Pelecehan Seksual Saat Bekerja
Ferdy Thaeras - wolipop
Senin, 19 Mar 2012 12:36 WIB
Jakarta
-
Banyak orang awam melihat menjadi seorang model adalah pekerjaan yang glamor. Mengenakan busana desainer hingga merek ternama, mendapat perlakuan khusus hingga mendapat barang-barang gratis. Namun apa yang sebenarnya terjadi tidaklah seindah mata memandang.
Di industri modelling internasional, banyak model yang diperlakukan tidak sewajarnya. Sebuah perkumpulan yang membela hak model di New York, Amerika bernama Model Alliance, mengadakan sebuah survei dan mendapatkan hasil yang mengejutkan dari model-model yang bekerja di Amerika.
Sara Ziff, salah satu pencipta Model Alliance, melakukan sejumlah survei agar model bisa mendapat standar pekerjaan yang layak dan dapat bekerja dengan tenang, aman dan nyaman. Awalnya ia mengirimkan survei secara online kepada 241 orang model yang aktif bekerja, namun karena rasa takut, hanya 85 model yang berani mengisinya. Dari survei tersebut berikut fakta-fakta mengejutkan seputar industri model.
Pelecehan Seksual
29,7% model disentuh dan diraba secara tidak senonoh saat bekerja, sedangkan 28% dipaksa untuk melakukan hubungan seks dengan klien agar mendapatkan sebuah pekerjaan.
60,5% model tidak memiliki privasi saat ganti baju. Umumnya saat di belakang panggung, hal ini normal karena hanya yang berkepentingan yang boleh berada di sana, namun beberapa model komplain karena hal ini terjadi saat casting atau pemotretan, dimana banyak orang yang melihat.
Hanya 29,1% model yang mendapat pelecehan seksual berani melapor ke agensi namun sayangnya dua dari tiga agensi tidak bertindak apa-apa karena takut kehilangan klien. Model lainnya lebih memilih diam dan tidak melapor ke siapapun saat pelecehan terjadi.
Berpose bugil
86,8% model terpaksa berpose bugil oleh klien saat bekerja atau casting tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh agensi. 46,4% tetap melakukannya karena merasa tidak keberatan namun 27,5% lainnya melakukannya karena terpaksa.
Pola Hidup Tidak Sehat
68,3% mengalami depresi dan kecemasan akibat persaingan ketat dan tidak diterima kerja karena merasa diri kurang cantik atau proporsional.
64,1% agensi menyuruh model untuk menguruskan badan, hasilnya 48,7% model langsung mengurangi makan atau memuntahkan makanan dalam periode tertentu. Akibatnya, 31,2% model mengalami gangguan makan.
Banyak model memilih jalan pintas yakni mengonsumsi kokain. 50,6% model mengaku pernah menggunakannya. 76,5% model juga mengaku pernah mengonsumsi narkoba hingga alkohol. Buruknya lagi, 28,8% model tidak mengerti akan pentingnya asuransi kesehatan.
Dari survei ini diharapkan para model tidak lagi khawatir untuk melaporkan pelecehan yang terjadi pada mereka, dan pihak berwajib pun bisa melakukan tindakan yang benar terhadap pelaku kejahatan yang mengatasnamakan fashion dan dunia hiburan.
(fer/kik)
Di industri modelling internasional, banyak model yang diperlakukan tidak sewajarnya. Sebuah perkumpulan yang membela hak model di New York, Amerika bernama Model Alliance, mengadakan sebuah survei dan mendapatkan hasil yang mengejutkan dari model-model yang bekerja di Amerika.
Sara Ziff, salah satu pencipta Model Alliance, melakukan sejumlah survei agar model bisa mendapat standar pekerjaan yang layak dan dapat bekerja dengan tenang, aman dan nyaman. Awalnya ia mengirimkan survei secara online kepada 241 orang model yang aktif bekerja, namun karena rasa takut, hanya 85 model yang berani mengisinya. Dari survei tersebut berikut fakta-fakta mengejutkan seputar industri model.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
29,7% model disentuh dan diraba secara tidak senonoh saat bekerja, sedangkan 28% dipaksa untuk melakukan hubungan seks dengan klien agar mendapatkan sebuah pekerjaan.
60,5% model tidak memiliki privasi saat ganti baju. Umumnya saat di belakang panggung, hal ini normal karena hanya yang berkepentingan yang boleh berada di sana, namun beberapa model komplain karena hal ini terjadi saat casting atau pemotretan, dimana banyak orang yang melihat.
Hanya 29,1% model yang mendapat pelecehan seksual berani melapor ke agensi namun sayangnya dua dari tiga agensi tidak bertindak apa-apa karena takut kehilangan klien. Model lainnya lebih memilih diam dan tidak melapor ke siapapun saat pelecehan terjadi.
Berpose bugil
86,8% model terpaksa berpose bugil oleh klien saat bekerja atau casting tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh agensi. 46,4% tetap melakukannya karena merasa tidak keberatan namun 27,5% lainnya melakukannya karena terpaksa.
Pola Hidup Tidak Sehat
68,3% mengalami depresi dan kecemasan akibat persaingan ketat dan tidak diterima kerja karena merasa diri kurang cantik atau proporsional.
64,1% agensi menyuruh model untuk menguruskan badan, hasilnya 48,7% model langsung mengurangi makan atau memuntahkan makanan dalam periode tertentu. Akibatnya, 31,2% model mengalami gangguan makan.
Banyak model memilih jalan pintas yakni mengonsumsi kokain. 50,6% model mengaku pernah menggunakannya. 76,5% model juga mengaku pernah mengonsumsi narkoba hingga alkohol. Buruknya lagi, 28,8% model tidak mengerti akan pentingnya asuransi kesehatan.
Dari survei ini diharapkan para model tidak lagi khawatir untuk melaporkan pelecehan yang terjadi pada mereka, dan pihak berwajib pun bisa melakukan tindakan yang benar terhadap pelaku kejahatan yang mengatasnamakan fashion dan dunia hiburan.
(fer/kik)











































