Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sentuhan Modern Para Desainer di JFW Hari ke-6

wolipop
Jumat, 18 Nov 2011 12:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta - Satu hari menjelang berakhirnya Jakarta fashion Week 2012, mal Pacific Place kembali diramaikan oleh para pemerhati mode dengan suguhan karya terbaik dari para desainer dan brand yang ikut serta.

Dibuka dengan karya para murid sekolah mode Esmod, Sarinah department store dan final lomba perancang mode 2011 yang menampilkan sentuhan modernitas dalam setiap karya etnik maupun eksperimental.

Dari Meksiko, label Pineda Covalin asal Meksiko yang didirikan oleh dua desainer muda, Cristina Pineda dan Ricardo Covalín, pada 1995 membawa koleksi yang penuh warna dan motif khas kemeriahan wanita Meksiko. Tak kalah menarik, artis Marissa Nasution, yang berlatar belakang sebagai model dan pendiri label sepatu Dollhouse, juga berkolaborasi dengan desainer Michelle Worth. Desain sepatu Dollhouse yang feminin dan edgy berpadu dengan garis rancangan Michelle yang dinamis dan berjiwa muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang malam, tenda fashion JFW terasa semakin ekstravagan dengan persembahan Mazda dengan karya terbaru dari para young vibrant designers. Mereka adalah Kleting Titis Wigati, Danny Satriadi, dan Imelda Kartini. Kleting Titis Wigati merupakan pemilik label KLE, yang karya busananya senantiasa berjiwa muda dan ekspresif, serta berdesain unik. Sementara rancangan Danny Satriadi memiliki karakteristik maskulin yang tegas, namun tetap menyiratkan keanggunan. Sedangkan Imelda Kartini menampilkan gaun-gaun ultra feminin yang dipenuhi detail rumit nan romantis, dengan kilauan kemewahan yang senantiasa tampil modern.

Untuk peragaan terakhir di hari ke-6 JFW, BRI menggelar LPM Graduates, show para alumni Lomba Perancang Mode (LPM) dari 1980 hingga 2009. Ada tujuh desainer terpilih, yaitu Albert Garry Yanuar, Carmanita, Edward Hutabarat, Vinora Ng, Kursien Karzai, Jeffry Tan dan Ferry Sunarto. Setiap desainer menampilkan sepuluh busana dengan konsep masing-masing, namun memiliki aspek sentuhan modernitas.


(fer/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads