Vogue Dikecam Karena Tampilkan Anting Ala Budak
wolipop
Selasa, 23 Agu 2011 11:06 WIB
Jakarta
-
Majalah Vogue menampilkan trend baru di situsnya yaitu anting ala budak. Trend anting itu pun langsung jadi kontroversi dan menuai kritik.
Situs Vogue Italia menampilkan trend anting budak itu dan menyebut anting tersebut dipakai oleh 'women of colour'. Menurut artikel yang ditulis Vogue, trend itu dibawa ke Amerika di masa perdagangan budak.
"Perhiasaan selalu dibuat dalam bentuk bulat, terutama anting. Model paling klasik adalah gaya budak dan kulit putih, dalam anting bulat emas," tulis artikel Vogue, seperti dikutip dari Daily Mail.
Masih dalam tulisannya, Vogue Italia mengatakan anting yang dipakai wanita kulit hitam itu sebagai suatu interpretasi dari kebebasan. "Batuan berwarna, anting-anting simbolik dan berbagai bentuk. Evolusi pun terus terjadi," begitu isi artikel itu.
Artikel Vogue di atas langsung menuai kecaman dari pembacanya. Mereka menganggap Vogue melakukan hal yang memalukan karena mengagung-agungkan perbudakan.
Para pembaca yang marah pun langsung membuat petisi untuk mengecam Vogue. Mereka menuntut majalah tersebut minta maaf dan menarik artikel tersebut.
"Kami ingin artikel ini segera dihilangkan dan ada permintaan maaf khusus kepada wanita kulit hitam karena wanita kulit hitam dianggap sebagai budak di artikel itu," tulis salah satu pembaca.
Seorang pembaca lainnya bernama Marianne Smith menulis, Vogue melakukan hal yang paling hina dengan menulis artikel anting budak itu. "Sejak kapan desain orang-orang Afrika untuk anting menjadi anting budak," tulis Smith.
(eny/eny)
Situs Vogue Italia menampilkan trend anting budak itu dan menyebut anting tersebut dipakai oleh 'women of colour'. Menurut artikel yang ditulis Vogue, trend itu dibawa ke Amerika di masa perdagangan budak.
"Perhiasaan selalu dibuat dalam bentuk bulat, terutama anting. Model paling klasik adalah gaya budak dan kulit putih, dalam anting bulat emas," tulis artikel Vogue, seperti dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artikel Vogue di atas langsung menuai kecaman dari pembacanya. Mereka menganggap Vogue melakukan hal yang memalukan karena mengagung-agungkan perbudakan.
Para pembaca yang marah pun langsung membuat petisi untuk mengecam Vogue. Mereka menuntut majalah tersebut minta maaf dan menarik artikel tersebut.
"Kami ingin artikel ini segera dihilangkan dan ada permintaan maaf khusus kepada wanita kulit hitam karena wanita kulit hitam dianggap sebagai budak di artikel itu," tulis salah satu pembaca.
Seorang pembaca lainnya bernama Marianne Smith menulis, Vogue melakukan hal yang paling hina dengan menulis artikel anting budak itu. "Sejak kapan desain orang-orang Afrika untuk anting menjadi anting budak," tulis Smith.
(eny/eny)











































