Satcas Rilis Busana Kolaborasi Desainer Muda
wolipop
Sabtu, 13 Agu 2011 13:08 WIB
Jakarta
-
Brand retail Satcas, berkolaborasi dengan Level One mempersembahkan sebuah karya terbaru. Bertajuk 'Designer Take Project' (DTP), Satcas membuka toko serta merilis koleksi terbatas hasil karya gabungan tiga brand lokal; Danjyo-Hiyoji, Hunting Fields dan Kle.
Satcas merupakan brand busana siap pakai yang berdiri sejak 2001. Awalnya brand ini memfokuskan dirinya pada produk pria, namun pada tahun 2007 Satcas melengkapi koleksinya dengan menghadirikan lini wanita yaitu, Satcas Women dan koleksi aksesori serta merchandise.
Kali ini brand retail yang identik dengan harganya yang terjangkau itu, kembali melebarkan pasar dengan melakukan kolaborasi bersama desainer muda pengusung tiga brand fashion lokal. Proyek DTP ini menawarkan tiga koleksi terbatas dengan kualitas terbaik ala desainer namun dengan harga terjangkau.
"Dalam rangka ulang tahun Satcas yang ke-10, kita mengadakan Designer Takes Project ini. DTP adalah kolaborasi Satcas dengan desainer lokal yang mempunyai visi yang sama. Kami mengajak mereka untuk menjual produk ke market yang lebih luas. Bukan hanya menjual dengan harga murah, tetapi juga menawarkan fashion dan kualitas terbaik," ujar Andaru Tahir, Marketing Director Satcas saat peluncuran koleksi 'Designer Take Project' di Level One, Jumat (12/8/2011).
Andaru menekankan bahwa kolaborasi yang dilakukan dengan para desainer hanya sebatas sentuhan saja. Jadi, para desainer hanya diminta untuk membuat pola, sedangkan bahan dan produksi dilakukan oleh pihak Satcas.
Dalam koleksi ini, masing-masing desainer menciptakan lima hingga tujuh set busana. Brand Danjyo-Hiyoji menyuguhkan rangkaian busana pria yang diberi sentuhan unik, brand Hunting Fields yang digawangi oleh Raiki menyajikan busana wanita yang terdiri dari terusan dan jaket. Lalu, Kleting Titis Wigati dari brand Kle memberikan tampilan busana yang ikonik dengan potongan serta detail khas Kle.
"Jika biasanya Satcas menawarkan baju 'basic', dengan adanya sentuhan desainer ini koleksinya semakin menarik. Ada permainan cutting dan konstruksi yang jadi ciri khas masing-masing desainer," tambah Andaru.
Rangkaian koleksi DTP dibagi menjadi dua segmen, yaitu Reguler --diperuntukkan bagi para remaja dengan usia 15-21 tahun-- dan Limited, untuk para pelanggan yang berumur 21 hingga 30 tahun. Koleksi busana ini dijual dengan harga mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 480 ribu.
Menariknya, koleksi DTP dijual dalam sebuah toko 'pop-up' di area Level One, Grand Indonesia. Toko ini akan digelar hingga 21 Agustus 2011. Selain itu, koleksi kolaborasi ini juga bisa didapatkan pada 22 Agustus 2011 di LOT36 dan The Goods Dept., Plaza Indonesia.
(eya/hst)
Satcas merupakan brand busana siap pakai yang berdiri sejak 2001. Awalnya brand ini memfokuskan dirinya pada produk pria, namun pada tahun 2007 Satcas melengkapi koleksinya dengan menghadirikan lini wanita yaitu, Satcas Women dan koleksi aksesori serta merchandise.
Kali ini brand retail yang identik dengan harganya yang terjangkau itu, kembali melebarkan pasar dengan melakukan kolaborasi bersama desainer muda pengusung tiga brand fashion lokal. Proyek DTP ini menawarkan tiga koleksi terbatas dengan kualitas terbaik ala desainer namun dengan harga terjangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andaru menekankan bahwa kolaborasi yang dilakukan dengan para desainer hanya sebatas sentuhan saja. Jadi, para desainer hanya diminta untuk membuat pola, sedangkan bahan dan produksi dilakukan oleh pihak Satcas.
Dalam koleksi ini, masing-masing desainer menciptakan lima hingga tujuh set busana. Brand Danjyo-Hiyoji menyuguhkan rangkaian busana pria yang diberi sentuhan unik, brand Hunting Fields yang digawangi oleh Raiki menyajikan busana wanita yang terdiri dari terusan dan jaket. Lalu, Kleting Titis Wigati dari brand Kle memberikan tampilan busana yang ikonik dengan potongan serta detail khas Kle.
"Jika biasanya Satcas menawarkan baju 'basic', dengan adanya sentuhan desainer ini koleksinya semakin menarik. Ada permainan cutting dan konstruksi yang jadi ciri khas masing-masing desainer," tambah Andaru.
Rangkaian koleksi DTP dibagi menjadi dua segmen, yaitu Reguler --diperuntukkan bagi para remaja dengan usia 15-21 tahun-- dan Limited, untuk para pelanggan yang berumur 21 hingga 30 tahun. Koleksi busana ini dijual dengan harga mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 480 ribu.
Menariknya, koleksi DTP dijual dalam sebuah toko 'pop-up' di area Level One, Grand Indonesia. Toko ini akan digelar hingga 21 Agustus 2011. Selain itu, koleksi kolaborasi ini juga bisa didapatkan pada 22 Agustus 2011 di LOT36 dan The Goods Dept., Plaza Indonesia.
(eya/hst)











































