Chanel Amerika Keberatan Blake Lively Jadi Ikonnya
wolipop
Kamis, 31 Mar 2011 10:00 WIB
Jakarta
-
Dipilihnya Blake Lively sebagai ikon rumah mode Chanel, ternyata tidak membuat semua orang senang. Walau sang desainer sangat mengagumi Lively, sebagian karyawan Chanel diberitakan tidak senang dengan pilihan Karl Lagerfeld tersebut.
Seperti yang dikutip dari nydailynews, seorang sumber mengatakan bahwa ada keluhan dari pihak Chanel sendiri yang berbasis di Amerika. Ketidaksetujuan tersebut sudah berlangsung sejak bintang 'Gossip Girl' tersebut dinyatakan sebagai ikon lini tas Chanel 'Mademoiselle'.
Kampanye iklan yang menampilkan Lively baru akan dirilis di Amerika bulan depan, namun hal tersebut membuat sang sumber memberikan komentar pedas. Menurutnya, kecantikan kontemporer yang dimiliki Lively dirasa tidak tepat dengan upaya Chanel Amerika untuk menjual busana berkualitas tinggi ala Eropa.
Walau ada pihak yang tidak setuju dengan pilihan Lagerfeld, hal tersebut tidak mengubah pandangan desainer 77 tahun tersebut terhadap aktris asal Amerika itu.
"Dia seperti gadis impian Amerika. Ini merupakan pekerjaan yang mudah karena semua orang jatuh cinta padanya," ujar Lagerfeld pada Januari 2011 lalu, ketika pengumuman resmi mengenai keputusan Lively sebagai ikon Chanel.
Juru bicara Chanel juga mengungkapkan hal yang sama. "Spontanitas Blake dan citranya sebagai wanita muda yang menyenangkan telah meyakinkan Chanel bahwa dia adalah orang yang tepat untuk mewakili rumah mode ini untuk lini tas," ujarnya.
(eya/hst)
Seperti yang dikutip dari nydailynews, seorang sumber mengatakan bahwa ada keluhan dari pihak Chanel sendiri yang berbasis di Amerika. Ketidaksetujuan tersebut sudah berlangsung sejak bintang 'Gossip Girl' tersebut dinyatakan sebagai ikon lini tas Chanel 'Mademoiselle'.
Kampanye iklan yang menampilkan Lively baru akan dirilis di Amerika bulan depan, namun hal tersebut membuat sang sumber memberikan komentar pedas. Menurutnya, kecantikan kontemporer yang dimiliki Lively dirasa tidak tepat dengan upaya Chanel Amerika untuk menjual busana berkualitas tinggi ala Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia seperti gadis impian Amerika. Ini merupakan pekerjaan yang mudah karena semua orang jatuh cinta padanya," ujar Lagerfeld pada Januari 2011 lalu, ketika pengumuman resmi mengenai keputusan Lively sebagai ikon Chanel.
Juru bicara Chanel juga mengungkapkan hal yang sama. "Spontanitas Blake dan citranya sebagai wanita muda yang menyenangkan telah meyakinkan Chanel bahwa dia adalah orang yang tepat untuk mewakili rumah mode ini untuk lini tas," ujarnya.
(eya/hst)










































