Daily Runway Review A/W 2011
Felder Felder, Tibi, Oscar de la Renta
wolipop
Jumat, 25 Feb 2011 15:33 WIB
Jakarta
-
Felder Felder
Dua bersaudari Dani dan Annette Felder meluaskan konsistensi konsepnya dalam koleksi Fall terbarunya. Biasanya gaya rock-chic konsisten ditampilkan, namun kali ini mereka memfokuskan diri pada kepolosan gadis Inggris yang senang memakai mantel. Tak hanya polos, perempuan ideal yang diproyeksikan oleh sang desainer juga suka menjadi pusat perhatian. Gaun mini dengan payet kristal perak ditumpuk kardigan menjadi contoh konkret pembuka show.
Ide besar untuk musim ini adalah print dan bordir kristal bentuk floral. Legging ultra ramping berpadu dengan jaket motor juga menjadi salah satu gaya khas Inggris dari sisi yang berbeda. Mereka juga menggunakan sentuhan rumbai bulu kambing sebagai pengganti aksentuasi payet. Dan untuk kesan seksi yang ditampilkan pada beberapa gaun, mereka berusaha memperhalusnya dengan konstruksi lengan mengembung.
Koleksi lengkap klik di sini.
Tibi
Desainer Amy Smilovic berbagi opini sebelum peragaan berlangsung. "Tidak ada yang mau menghabiskan $298 untuk sebuah gaun motif bunga jika ia bisa membeli barang yang sama persis di Zara. Anda harus menawarkan sesuatu yang lebih". Alhasil potongan basic seperti rok lebar diberikan sentuhan aplikasi motif rorschach warna merah, yang jika diperhatikan lebih dekat ternyata sekumpulan burung hantu, lebah dan bunga. "Tiap perempuan harus menemukan detail kecil di setiap busana yang dikenakan. Itulah yang membuatnya spesial dan berharga."
Koleksi lengkap klik di sini.
Oscar de la Renta
Desainer senior ini tidak pernah tergoda untuk mengikuti tren minimalis. 'Kaya' adalah prinsip utamanya dalam mendandani wanita. Bagi beberapa orang, kemewahan dapat disimbolisasikan dari motif-motif etnik seperti paisley dan teknik embroidery yang rumit dan sang desainer memahami benar bahwa banyak sekali wanita yang menyukai hal ini. Kesemuanya ia sederhanakan dalam siluet keseharian seperti gaun tanpa lengan, setelan jas-rok dan mantel mewah. Jika baju keseharian saja sudah mewah, Anda bisa bayangkan gaun-gaun malamnya. Dengan dominasi siluet lurus memanjang, ditambah penekanan materi mengilap seperti 'lame', sifon dan beludru. Banyak dari penonton kecewa dengan koleksi yang disajikan, namun banyak pula yang terkesan.
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/fer)
Dua bersaudari Dani dan Annette Felder meluaskan konsistensi konsepnya dalam koleksi Fall terbarunya. Biasanya gaya rock-chic konsisten ditampilkan, namun kali ini mereka memfokuskan diri pada kepolosan gadis Inggris yang senang memakai mantel. Tak hanya polos, perempuan ideal yang diproyeksikan oleh sang desainer juga suka menjadi pusat perhatian. Gaun mini dengan payet kristal perak ditumpuk kardigan menjadi contoh konkret pembuka show.
Ide besar untuk musim ini adalah print dan bordir kristal bentuk floral. Legging ultra ramping berpadu dengan jaket motor juga menjadi salah satu gaya khas Inggris dari sisi yang berbeda. Mereka juga menggunakan sentuhan rumbai bulu kambing sebagai pengganti aksentuasi payet. Dan untuk kesan seksi yang ditampilkan pada beberapa gaun, mereka berusaha memperhalusnya dengan konstruksi lengan mengembung.
Koleksi lengkap klik di sini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tibi
Desainer Amy Smilovic berbagi opini sebelum peragaan berlangsung. "Tidak ada yang mau menghabiskan $298 untuk sebuah gaun motif bunga jika ia bisa membeli barang yang sama persis di Zara. Anda harus menawarkan sesuatu yang lebih". Alhasil potongan basic seperti rok lebar diberikan sentuhan aplikasi motif rorschach warna merah, yang jika diperhatikan lebih dekat ternyata sekumpulan burung hantu, lebah dan bunga. "Tiap perempuan harus menemukan detail kecil di setiap busana yang dikenakan. Itulah yang membuatnya spesial dan berharga."
Koleksi lengkap klik di sini.
Oscar de la Renta
Desainer senior ini tidak pernah tergoda untuk mengikuti tren minimalis. 'Kaya' adalah prinsip utamanya dalam mendandani wanita. Bagi beberapa orang, kemewahan dapat disimbolisasikan dari motif-motif etnik seperti paisley dan teknik embroidery yang rumit dan sang desainer memahami benar bahwa banyak sekali wanita yang menyukai hal ini. Kesemuanya ia sederhanakan dalam siluet keseharian seperti gaun tanpa lengan, setelan jas-rok dan mantel mewah. Jika baju keseharian saja sudah mewah, Anda bisa bayangkan gaun-gaun malamnya. Dengan dominasi siluet lurus memanjang, ditambah penekanan materi mengilap seperti 'lame', sifon dan beludru. Banyak dari penonton kecewa dengan koleksi yang disajikan, namun banyak pula yang terkesan.
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/fer)











































