Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bazaar Fashion Concerto

'Fashiontech' Dramatis Ala Desainer Indonesia

wolipop
Kamis, 02 Des 2010 13:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Acara amal yang menampilkan pagelaran busana dan dikemas dalam sebuah konser musik ini digelar kemarin (1/12/2010) dan bertempat di Plenary Hall, JCC Senayan. Dengan tema 'Fashion Technology', Bazaar Fashion Concerto 2010' menampilkan sepuluh desainer dan sejumlah performer ternama tanah air.

Tanpa perlu berlama-lama, Bazaar Fashion Concerto 2010 dibuka oleh pagelaran pertama dari Deden Siswanto dengan menampilkan karyanya yang berjudul 'Great Galore'. Menurut desainer asal Bandung ini, masa depan bukan berarti menyerahkan diri secara total pada kemajuan teknologi dan melupakan nilai leluhur. Diiringi oleh penyanyi senior Ubiet, koleksi Deden mengandung nuansa etnik yang eksotis dipadu dengan potongan futuristik.

Setelah Deden Siswanto, giliran Sofie yang memamerkan karya busananya yang berjudul 'Iconic Fluidity'. Desainer yang baru pertama kali terlibat dalam acara Bazaar Fashion Concerto ini menonjolkan aspek garis, bahan dan detail tumpuk yang memberikan perspektif tiga dimensi. Dewi Sandra, Sherina dan Melly Goeslaw ikut mengiringi pagelaran busana dari Sofie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda jauh dengan Sofie yang banyak menampilkan detail disana-sini, desainer asal Bali, Kiata Kwanda menampilkan busana serba hitam yang lebih wearable. Ciri khas Kiata yang clean, diberi sentuhan warna dan aksentuasi membuat karyanya lebih 'bersuara'.

Permainan detail rumit dituangkan Sally Koeswanto dalam karyanya yang bertajuk 'The Extraterrestrial'. Dengan mengambil inspirasi dari makhluk luar angkasa dan mesir kuno, ia memberikan tampilan koleksi yang dramatis. Sedangkan Wita for BIN house mengedepankan garis rancangan sederhana yang ditekankan pada teknik olah kain sehingga menampilkan keragaman volume dan dimensi.

Desainer muda yang sedang naik daun, Sapto Djojokartiko menampilkan koleksi yang bertumpu pada konstruksi desain yang struktural dengan menggunakan materi keras seperti, kayu. Berbeda dengan Oka Diputra yang mengambil inspirasi dari dunia bawah laut, ia berkonsentrasi pada material sintetis dan warna-warna mencolok.

Ari Seputra dengan tema 'Techno Afrique' menghadirkan kreasi bernuansa tribal dengan inspirasi make up dari film 'Avatar'. Lain Ari Seputra, lain pula Susan Budihardjo. Keterlibatannya dalam Bazaar Fashion Concerto tahun ini sekaligus merayakan kiprahnya selama 30 tahun berkarya. Kali ini ia mengambil inspirasi dari bentuk-bentuk halaman buku.

Menutup pagelaran mode besar ini, Denny Wirawan menampilkan koleksi yang diwarnai oleh ornamen detail, variasi volume dan sentuhan feminin. Dengan tema 'Eternal Revival', Denny mempersembahkan tampilan military  dengan ragam teknik stuktural mulai dari pattern, foiling dan laser cutting.

Secara keseluruhan karya spesial para desainer di Bazaar Fashion Concerto menampilkan koleksi busana yang lain dari biasanya. Para desainer menekankan karya pada permainan detail yang penuh intrik dan dramatis dengan caranya masing-masing.
(eya/fta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads