Ubah Pakaian Usang Jadi Karya Seni dengan Teknik Sashiko Boro Jepang
Punya baju favorit yang sudah robek atau pudar tapi sayang dibuang? Teknik Sashiko Boro dari Jepang punya jawabannya. Bukan sekadar tambal sulam biasa, ini seni mengubah kain usang menjadi karya yang justru makin bernilai.
Japanese Sashiko Boro Workshop hadir di Jakarta untuk kamu yang ingin belajar langsung cara memperbaiki pakaian dengan pendekatan artistik khas Jepang.
Apa Itu Sashiko Boro?
Boro adalah filosofi Jepang tentang merawat dan memulihkan kain yang sudah rusak, robek, atau pudar. Dikombinasikan dengan teknik jahitan lari (running stitch) khas Sashiko, hasilnya bukan pakaian yang "diperbaiki" melainkan karya seni tekstil yang punya karakter unik. Tren ini kini masuk ke radar slow fashion global karena menggabungkan estetika dengan kepedulian lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang Akan Kamu Pelajari
Dipandu Nining Irianingsih, pendiri Kamacitta dengan pengalaman 8 tahun di dunia Sashiko, kamu akan mempelajari sejarah Sashiko, teknik tusuk jelujur dasar, hingga cara langsung mengaplikasikannya pada kemeja, celana, rok, atau pakaian lain yang kamu bawa sendiri. Semua perlengkapan sudah disediakan, termasuk jarum Sashiko, pola cetak tiga motif, dan tote bag untuk praktik.
Detail Acara
Hari, Tanggal: Rabu, 17 Juni 2026
Waktu: 10.00 hingga 12.00 WIB
Lokasi: nextdoor by Pantry Magic, Jl. Kemang Raya 14B, Jakarta
Harga tiket: Rp 600.000
Setiap peserta pulang dengan membawa hasil karya Sashiko Boro sendiri sebagai kenang-kenangan. Daftar sekarang di detikevent.com sebelum kehabisan.
(eny/eny)









































